Oleh: Ahmad Sarwat, Lc
Seorang yang sudah wafat memang akan terputus amal-amalnya. Sebab orangnya sudah meninggal, jadi mana mungkin dia masih bisa beramal. Dengan kewafatannya, otomatis semua amalnya sudah terputus, sebab mayat tidak mungkin melakukan amal ibadah.
Karena itu benarlah sabda nabi Muhammad SAW ketika mengatakan bahwa seorang yang meninggal akan terputus amalnya.
“Apabila seorang manusia meninggal maka putuslah amalnya, kecuali tiga hal: Sedekah jariyah, anak yang shalih yang mendo’akannya atau ilmu yang bermanfaat sesudahnya” (HR Muslim, Abu Dawud, At-Tirmidzi, Nasa’i dan Ahmad).
Namun ketika membaca hadits ini, kita tidak boleh terpaku dengan pengertian sekilas saja. Hadits ini kalau kita baca agak teliti dan cermat, akan memberikan sebuah pemahaman yang lebih luas.
Misalnya, hadits ini sebenarnya tidak mengatakan bahwa orang yang sudah meninggal tidak bisa menerima manfaat dari orang lain yang masih hidup. Misalnya permintaan ampun, kiriman doa atau shalat jenazah. Semuanya memang bukan amal perbuatan si mayyit, melainkan amal orang lain. Tetapi oleh hadits ini tidak ditolak kemungkinan manfaatnya buat si mayyit.
Yang disebutkan oleh hadits ini hanya sekedar amal si mayyit yang sudah terputus, bukan amal orang lain untuk si mayyit.
Sementara kepastian bahwa amal orang lain bisa bermanfaat buat si mayyit yang sudah berada di dalam alam barzakh, justru ditetapkan oleh hadits-hadits lainnya.
A. Shalat Jenazah.
Shalat jenazah adalah salah satu kewajiban yang bersifat kifa’i. Setiap muslim dianjurkan untuk melakukannya. Dan intinya adalah mendoakan dan memintakan ampunan buat si mayyit yang jasadnya sedang dishalatkan. Kalau amal orang lain tidak bermanfaat buat si mayyit, maka seharusnya tidak ada syariat shalat jenazah.
Tentang do’a shalat jenazah antara lain, Rasulullah SAW bersabda:
“Dari Auf bin Malik ia berkata: Saya telah mendengar Rasulullah SAW – setelah selesai shalat jenazah-bersabda:` Ya Allah ampunilah dosanya, sayangilah dia, maafkanlah dia, sehatkanlah dia, muliakanlah tempat tinggalnya, luaskanlah kuburannya, mandikanlah dia dengan air es dan air embun, bersihkanlah dari segala kesalahan sebagaimana kain putih bersih dari kotoran, gantikanlah untuknya tempat tinggal yang lebih baik dari tempat tinggalnya, keluarga yang lebih baik dari keluarganya, pasangan yang lebih baik dari pasangannya dan peliharalah dia dari siksa kubur dan siksa neraka.” (HR Muslim).
B. Doa Kepada Mayyit Saat Dikuburkan
Selain itu Rasulullah SAW juga mensyariatkan kita untuk berdoa kepada Allah untuk mayyit yang sedang dikuburkan. Kalau seandainya amal orang lain tidak bisa diterima, tidak mungkin Rasulullah SAW bersabda:
Dari Ustman bin ‘Affan ra berkata:` Adalah Nabi SAW apabila selesai menguburkan mayyit beliau beridiri lalu bersabda:` mohonkan ampun untuk saudaramu dan mintalah keteguhan hati untuknya, karena sekarang dia sedang ditanya` (HR Abu Dawud)
C. Doa Saat Ziarah Kubur
Sedangkan tentang do’a ziarah kubur antara lain diriwayatkan oleh ‘Aisyah ra bahwa ia bertanya kepada Nabi SAW:
`Bagaimana pendapatmu kalau saya memohonkan ampun untuk ahli kubur? Rasul SAW menjawab, `Ucapkan: (salam sejahtera semoga dilimpahkan kepada ahli kubur baik mu’min maupun muslim dan semoga Allah memberikan rahmat kepada generasi pendahulu dan generasi mendatang dan sesungguhnya -insya Allah- kami pasti menyusul) (HR Muslim).
Jadi kesimpulannya adalah amal ibadah orang lain asalkan diniatkan untuk orang yang sudah wafat dan memenuhi standar aturan yang telah ditetapkan oleh Rasulullah SAW, bisa bermanfaat buat ahli kubur.
Wallahu a’lam bishshawab.
Sumber: http://www.eramuslim.com/ustadz/aqd/7320091137-doa-orang-meninggal.htm
31 Juli 2008 pukul 8:23 am |
Kalau menurut saya, hadist yang pertama itu yang lebih kuat bahwa ” amal yang meninggal dunia terputus, kecuali tiga”, sedangfkan doa orang lain terhadap orang yang telah meninggal bukanlah untuk si Mayitnya tapi akan menjadi pahala untuk yang mendoakannya
15 Desember 2008 pukul 10:34 am |
Assalamu’alaikum Wr. Wb
kalo saya mo tanya boleh ga?
apakah roh orang yang meninggal masih bisa mendengar doa-doa dari dunia apakah roh itu tau kalo kita mendoakannya.
makasih ya..
mg2 kedepannya tulisan2nya makin TOP
Wassalam
16 Desember 2008 pukul 8:08 am |
Asslamu’alaikum wr. wb.
Menurut saya do’a ahli keluarga sangatlah penting untuk si mayit, karena amalnya telah terputus sehingga kita para ahli keluarga bisa menolong si mayit dengan mendo’akannya agar meringankan dasa dosanya dan dapat memberikan ketenangan, dan memberikan kemudahan agar si mayit dapat diterima dan diberikan tempat yang suci di sisi Alllah Swt.
Wassalam.
16 Desember 2008 pukul 9:05 am |
@diah palupi
Wa’alaikumsalam warohmatulloh wabarokatuh.
Roh orang yang telah meninggal masih mendengarkan do’a orang yang masih hidup, bukan hanya mendengar tapi orang yang meninggal masih bisa merasakan dan mengetahui apa yang dilakukan orang yang masih hidup. Hal ini berdasarkan hadist Nabi SAW, bahwasanya Rasulullah telah bersabda: “Perlakukanlah si Mayit dengan baik, karena sesungguhnya mereka masih bisa merasakan apa yang telah kamu perbuat”.
11 April 2009 pukul 2:56 pm |
Kewajiban kita mengikuti ajaran nabi. Kalau nabi saja mendoakan org yg sudah meninggal dunia. Kenapa kita tidak melakukannya…? Dalam sholat jenazah aja ado doa untuk si mayat. Masalah kabul atau tidak itu urusan Allah. Yang penting kita tak boleh ragu utk berdoa
3 Oktober 2009 pukul 10:55 am |
Doa untuk orang meninggal kenapa tidak??
Urusan di terima atau tidak kita serahkan kepada yang berHAK.
Tetapi lebih baik lagi jika anak orang yang meninggal tersebut yang lebih sering mendo’akan orang tua nya. Karena do’a dari seorang anak terhadap orang tua nya yang telah meninggal insya ALLAH akan di terima oleh ALLAH SWT