<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Dakwah di Dunia Cyber</title>
	<atom:link href="http://dakwahcyber.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://dakwahcyber.wordpress.com</link>
	<description>Nahnu Du’aatun Qabla Kulli Syai’in</description>
	<lastBuildDate>Sat, 07 Jan 2012 19:14:14 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='dakwahcyber.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Dakwah di Dunia Cyber</title>
		<link>http://dakwahcyber.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://dakwahcyber.wordpress.com/osd.xml" title="Dakwah di Dunia Cyber" />
	<atom:link rel='hub' href='http://dakwahcyber.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Mitos Jawa, Dituruti atau Tidak?</title>
		<link>http://dakwahcyber.wordpress.com/2010/08/03/mitos-jawa-dituruti-atau-tidak/</link>
		<comments>http://dakwahcyber.wordpress.com/2010/08/03/mitos-jawa-dituruti-atau-tidak/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Aug 2010 07:16:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dakwahcyber</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ustadz Menjawab]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dakwahcyber.wordpress.com/?p=59</guid>
		<description><![CDATA[Bu, saya sudah pacaran selama 1 tahun dengan seorang pria. Namun, kami tidak direstui orang tua karena kepercayaan mereka terhadap mitos Jawa. Katanya arah rumah dia tidak bagus buat saya dan hari kelahirannya juga tidak cocok dengan saya. Kalau dilanjutkan hubungan ini, katanya rumah tangga kami akan selalu ditimpa musibah. 1.     Apakah kepercayaan ini mesti [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dakwahcyber.wordpress.com&amp;blog=1466613&amp;post=59&amp;subd=dakwahcyber&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong></strong>Bu,  saya sudah pacaran selama 1 tahun dengan seorang pria. Namun, kami  tidak direstui orang tua karena kepercayaan mereka terhadap mitos Jawa.  Katanya arah rumah dia tidak bagus buat saya dan hari kelahirannya juga  tidak cocok dengan saya. Kalau dilanjutkan hubungan ini, katanya rumah tangga kami akan selalu ditimpa musibah.</p>
<p>1.     Apakah  kepercayaan ini mesti dituruti? Bila bertentangan dengan Islam,  bagaimana mengomunikasikannya dengan orang tua dan saya tetap  melanjutkan hubungan ini karena saya sudah merasa cocok dengan pria  tersebut?</p>
<p>2.     Pacar saya itu mengaku sudah tak perjaka, tapi dia sekarang menyesal. Bagaimana sikap saya sebaiknya?</p>
<p><strong><em>Asmaul Husna</em></strong><em>, Surabaya</em></p>
<p><em> </em><strong><span id="more-59"></span>Jawaban</strong></p>
<p>Nanda  Asma yang baik, perlu ditegaskan bahwa Islam tidak mengenal &#8216;pacaran&#8217;,  sebab Islam sudah mengatur hubungan antarlawan jenis yang bukan mahram,  antara lain kewajiban menjaga pandangan (QS An-Nur: 30-31) dan tidak  dibenarkannya berdua-duaan (berkhalwat) tanpa mahram, dan lain-lain. Hal  ini adalah sebagai tindakan preventif (pencegahan) agar tidak  terjerumus ke dalam perzinaan dan Allah telah melarang kita mendekati  zina (QS Al-Isra: 32), <em>&#8220;Dan janganlah kamu mendekati zina; Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.&#8221; </em>Sebaiknya jika sudah cocok maka segera saja menikah untuk menghindari perbuatan yang dapat melanggar syariah.</p>
<p>Mengenai pertanyaan yang Nanda ajukan, jawabannya sebagai berikut:</p>
<p>1.Mitos  dan kepercayaan tersebut jangan dituruti, karena masa depan dalam  kehidupan seseorang tidak ada hubungannya dengan arah rumah dan hal-hal  yang terkait dengan benda-benda di sekitar kita. Manusia tidak diberikan  ilmu oleh Allah dalam hal masa depan yang belum terjadi, sebagaimana  firman-Nya dalam QS Al-Isra: 34, <em>&#8220;Sesungguhnya Allah, hanya  pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang hari Kiamat; dan Dia-lah yang  menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan <strong>tiada seorang pun yang dapat mengetahui apa yang akan diusahakannya besok</strong>.  Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati.  Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.&#8221;</em></p>
<p>Maksud  ayat tersebut adalah manusia itu tidak dapat mengetahui dengan pasti  apa yang akan diusahakannya besok atau yang akan diperolehnya, tapi  mereka diwajibkan berusaha. Begitu juga dengan ikatan dalam rumah  tangga, apakah akan terus langgeng pernikahan tersebut atau bubar dalam  perjalanan, hanya Allah yang tahu. Namun, sebagai manusia kita harus  berusaha untuk mewujudkan kelanggengan rumah tangga tersebut. Musibah  dalam rumah tangga tidak akan terjadi hanya karena faktor arah rumah  seseorang. Dalam QS At-Taghabun: 11, Allah berfirman, <em>&#8220;Tidak  ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah;  dan barangsiapa yang beriman kepada Allah niscaya Dia akan memberi  petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.&#8221;</em></p>
<p>Coba ajak orang  tua membicarakan hal ini dengan bahasa yang lembut dan tidak menggurui.  Kalau perlu, mintalah tolong pada pihak ketiga seperti tokoh agama yang  disegani oleh orang tua untuk membantu Nanda menjelaskan masalah ini dan  berdoa       terus kepada Allah semoga Dia memberi hidayah kepada orang tua Nanda.</p>
<p>2. Zina adalah salah satu dari dosa-dosa besar, sebagaimana dalam QS Al-Furqon: 68-69, <em>&#8220;Dan  orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah dan  tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya), kecuali dengan  (alasan) yang benar, dan tidak berzina. Barang siapa yang melakukan yang  demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa(nya). Yakni akan  dilipatgandakan azab untuknya pada hari Kiamat dan dia akan kekal dalam  azab itu dalam keadaan terhina.&#8221;</em></p>
<p>Kecuali, jika ia bertobat dengan sebenar-benar tobat sebagaimana lanjutan ayat di atas, yakni QS Al-Furqon: 70, <em>&#8220;Kecuali  orang-orang yang bertobat, beriman dan mengerjakan amal shalih, maka  kejahatan mereka itu diganti Allah dengan kebajikan. Dan Allah Maha  Pengampun lagi Maha Penyayang.&#8221;</em></p>
<p>Seseorang  yang bertobat, menurut Ibnul Qoyyim, akan menyesali perbuatan dosanya  tersebut lalu berjanji tidak akan mengulangi lagi. Lalu, dia pun akan  meningkatkan amal ibadahnya dan berusaha memperbanyak kebaikan-kebaikan  sebagai bentuk tobat kepada Allah. Lantas bagaimana sikap Nanda? Tentu  saja semuanya terserah Nanda. Namun, yang perlu dicatat di sini adalah  bahwa kita tidak bisa menilai orang hanya dari tampilan di depan kita  saja (apalagi terhadap pacar), sebab amat mungkin perilaku yang  ditampakkan kepada orang yang dicintai bukanlah perilaku sesungguhnya.</p>
<p>Jika  Nanda ingin menggali lebih dalam lagi tentang pacar Nanda tersebut,  informasi bisa didapat dari orang lain yang lebih banyak berinteraksi  dengannya, terutama orang yang tidak tahu hubungan Nanda dengannya. Dari  informasi tersebut Nanda dapat menyimpulkan sendiri apakah dia telah  bertobat atau tidak.</p>
<p>Sumber: http://www.ummi-online.com/artikel-55-berwudhu-tanpa-melepas-kerudung.html</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dakwahcyber.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dakwahcyber.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dakwahcyber.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dakwahcyber.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dakwahcyber.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dakwahcyber.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dakwahcyber.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dakwahcyber.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dakwahcyber.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dakwahcyber.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dakwahcyber.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dakwahcyber.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dakwahcyber.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dakwahcyber.wordpress.com/59/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dakwahcyber.wordpress.com&amp;blog=1466613&amp;post=59&amp;subd=dakwahcyber&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dakwahcyber.wordpress.com/2010/08/03/mitos-jawa-dituruti-atau-tidak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/618589a92b63d72de6144d88d9fc4038?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dakwahcyber</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Berwudhu Tanpa Melepas Kerudung</title>
		<link>http://dakwahcyber.wordpress.com/2010/08/03/berwudhu-tanpa-melepas-kerudung/</link>
		<comments>http://dakwahcyber.wordpress.com/2010/08/03/berwudhu-tanpa-melepas-kerudung/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Aug 2010 07:12:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dakwahcyber</dc:creator>
				<category><![CDATA[Muslimah]]></category>
		<category><![CDATA[Thaharah]]></category>
		<category><![CDATA[Ustadz Menjawab]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dakwahcyber.wordpress.com/?p=56</guid>
		<description><![CDATA[Assalamualaikum, Bu Herlini, saya sering lihat rekan-rekan di tempat kerja saya berwudhu tanpa membuka jilbab/kerudungnya. Karena cara berkerudung yang ribet dan banyak pakai peniti mereka malas membukanya. Pertanyaan saya: 1.   Apakah sah wudhu yang hanya diusap-usapkan saja? Jadi tangan yang basah disusup- susupkan ke dalam kerudung saja? 2.   Kalau bertayamum di dalam bus sebagai [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dakwahcyber.wordpress.com&amp;blog=1466613&amp;post=56&amp;subd=dakwahcyber&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Assalamualaikum,</em></p>
<p>Bu Herlini, saya  sering lihat rekan-rekan di tempat kerja saya berwudhu tanpa membuka  jilbab/kerudungnya. Karena cara berkerudung yang ribet dan banyak pakai  peniti mereka malas membukanya. Pertanyaan saya:</p>
<p>1.   Apakah sah wudhu yang hanya diusap-usapkan saja? Jadi tangan yang basah disusup- susupkan ke dalam kerudung saja?</p>
<p>2.   Kalau bertayamum di dalam bus sebagai tempat umum, bagaimana kita mengusap tangan?   Apakah lengan baju harus dibuka yang berarti aurat juga jadi kelihatan? Mohon       penjelasannya.</p>
<p><em>Wassalamualaikum.</em></p>
<p><strong> <em>Henny Lilyanti</em></strong><em>, Ciamis</em><strong></strong></p>
<p><strong><span id="more-56"></span>Jawaban</strong></p>
<p>Tentang wudhu telah dijelaskan Allah dalam QS Al-Maidah: 6: &#8220;<em>Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan <strong>sapulah kepalamu</strong> dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub,  maka mandilah, dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali  dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak  memperoleh air, maka bertayammumlah dengan tanah yang baik (bersih);  sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. </em><em>Allah  tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan  menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur.&#8221;</em></p>
<p><em> 1.Wamsahuu biruusikum</em> (sapulah kepalamu), para ulama berbeda pandangan dalam mengartikan imsah:</p>
<p>a.     Bisa  berarti menyapu seluruh kepala sebagaimana dalam hadits Abdullah bin  Zaid yang diriwayatkan oleh Jamaah: Nabi saw menyapu kepala dengan kedua  tangannya, lalu beliau menggerakkan kedua tangannya dari muka hingga ke  belakang. Maksudnya beliau saw menyapukan kedua tangannya yang telah  dilekatkan ke kepala mulai dari bagian depan kepalanya, lalu beliau  menarik kedua tangannya ke arah pundak, kemudian ditarik kembali hingga  ke tempat permulaan memulai sapuan kepala.</p>
<p>b.  Bisa  berarti menyapu bagian surban saja sebagaimana dalam hadits Amar bin  Umaiyah, &#8220;Saya melihat Rasulullah saw menyapu surban dan kedua sepatunya  – ketika berwudhu.&#8221; (HR Ahmad, Bukhari, Ibnu Majah). Dalam riwayat  Bilal, Nabi saw bersabda, <em>&#8220;Sapulah kedua sepatumu dan khimar</em>–kerudung atau penutup kepala.&#8221; (HR Ahmad)</p>
<p>c.         Bisa  berarti menyapu ubun-ubun serta surban sebagaimana hadits Mughiroh bin  Syubah, bahwa Nabi saw berwudhu lalu beliau menyapu ubun-ubun,  surbannya, dan demikian pula kedua sepatunya. (HR Muslim)</p>
<p>Dari  penjelasan ini, muslimah yang memakai kerudung bisa saja mengusap  kepalanya/ubun-ubunnya, lalu mengusap juga kerudungnya ketika berwudhu  di luar rumah.</p>
<p>2. Cara  bertayamum dalam hadits Ammar ra, &#8220;Aku junub dan tidak mendapatkan air,  maka aku pun bergelimangan dengan tanah, lalu shalat. Kemudian aku  ceritakan hal itu kepada Rasulullah saw, beliau pun bersabda, <em>&#8220;(Dalam  bertayamum) cukuplah engkau melakukan seperti ini: beliau meletakkan  kedua telapak tangannya ke tanah, lalu beliau meniup kedua belah tangan  yang dipenuhi debu, lalu menyapukan ke bagian muka dan kemudian  menyapukan ke kedua tangannya.</em>&#8221; (HR Bukhari dan Muslim)</p>
<p>Hadits lain yang diriwayatkan Daruquthni, &#8220;<em>Cukuplah bila engkau pukulkan kedua telapak            tanganmu  ke tanah, lalu tiuplah tangan yang sudah dipenuhi tanah tersebut dan  kemudian sapukan ke muka dan ke kedua tanganmu hingga pergelangan.&#8221;</em> Berdasarkan hadits ini, maka tangan yang diusap debu itu hanya sampai pergelangan saja.</p>
<p>Sumber: http://www.ummi-online.com/artikel-55-berwudhu-tanpa-melepas-kerudung.html</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dakwahcyber.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dakwahcyber.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dakwahcyber.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dakwahcyber.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dakwahcyber.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dakwahcyber.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dakwahcyber.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dakwahcyber.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dakwahcyber.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dakwahcyber.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dakwahcyber.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dakwahcyber.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dakwahcyber.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dakwahcyber.wordpress.com/56/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dakwahcyber.wordpress.com&amp;blog=1466613&amp;post=56&amp;subd=dakwahcyber&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dakwahcyber.wordpress.com/2010/08/03/berwudhu-tanpa-melepas-kerudung/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/618589a92b63d72de6144d88d9fc4038?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dakwahcyber</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mengeluarkan Air Mani di Luar Isteri</title>
		<link>http://dakwahcyber.wordpress.com/2010/03/04/mengeluarkan-air-mani-di-luar-isteri/</link>
		<comments>http://dakwahcyber.wordpress.com/2010/03/04/mengeluarkan-air-mani-di-luar-isteri/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Mar 2010 07:55:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dakwahcyber</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ustadz Menjawab]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dakwahcyber.wordpress.com/2010/03/04/mengeluarkan-air-mani-di-luar-isteri/</guid>
		<description><![CDATA[Assalamu&#8217;alaikum wr. wb., Alhamdulillah, saya pria 31 tahun dan telah menikah selama 4 tahun. Ustadz saya ingin menanyakan apakah hukumnya mengeluarkan air mani di luar, bukan di dalam istri kita. Apakah perbedaannya dengan menggunakan alat kontrasepsi seperti kondom? Mohon diberikan jawaban sejelas-jelasnya Ustadz. Terima kasih sebelumnya. Mohon maaf lahir dan batin. Wassalamu&#8217;alaikum wr. wb. Hamba [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dakwahcyber.wordpress.com&amp;blog=1466613&amp;post=52&amp;subd=dakwahcyber&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu&#8217;alaikum wr. wb.,</p>
<p>Alhamdulillah, saya pria 31 tahun dan telah menikah selama 4 tahun. Ustadz saya ingin menanyakan apakah hukumnya mengeluarkan air mani di luar, bukan di dalam istri kita.</p>
<p>Apakah perbedaannya dengan menggunakan alat kontrasepsi seperti kondom? Mohon diberikan jawaban sejelas-jelasnya Ustadz. Terima kasih sebelumnya. Mohon maaf lahir dan batin.</p>
<p>Wassalamu&#8217;alaikum wr. wb.</p>
<p>Hamba Allah Yang Ingn Bertaubat Sungguh-sungguh<br />
<span id="more-52"></span><br />
Jawaban Ustadz Sigit Pranowo, Lc. al-Hafidz</p>
<p>Waalaikumussalam Wr Wb</p>
<p>Diperbolehkan ‘azl atau mengeluarkan air mani di luar kemaluan istrinya saat berhubungan apabila dirinya tidak menginginkan anak dan dibolehkan juga baginya menggunakan kondom dengan syarat mendapatkan izin dari istrinya karena istrinya memiliki hak untuk mendapatkan kenikmatan dan mendapatkan anak.</p>
<p>Dalil dari hal tersebut adalah apa yang diriwayatkan dari Jabir bin Abdullah berkata,”Kami dahulu melakukan ‘azl pada masa Rasulullah saw. Lalu berita ini sampai kepada Rasulullah saw namun beliau saw tidaklah melarang kami.” Bukhori (250) dan Muslim (160)</p>
<p>Namun demikian perbuatan diatas terkategorikan makruh yang kuat berdasarkan apa yang diriwayatkan oleh Muslim (1442) bahwa Nabi saw pernah ditanya tentang ‘azl maka dia bersabda,”Itu (‘azl) adalah (penguburan bayi hidup-hidup) secara tersembunyi.” Ini merupakan dalil sangat dimakruhkannya perbuatan tersebut.</p>
<p>Imam Nawawi mengatakan bahwa ‘azl adalah seseorang yang melakukan jima’ (persetubuhan) yang ketika air maninya akan tertumpahkan maka ia mengeluarkan (kemaluannya) lalu menumpahkannya di luar kemaluan (istri) nya. Perbuatan ini adalah makruh menurut kami dalam setiap keadaan dan setiap wanita baik istrinya itu ridho atau tidak karena perbuatan tersebut adalah jalan memutuskan keturunan, karena itu didalam hadits perbuatan tersebut dinamakan dengan penguburan bayi secara tersembunyi karena ia memutus jalan kelahiran sebagaimana seorang anak yang dibunuh dengan cara di kubur hidup-hidup. Adapun haram maka para sahabat kami (madzhab Syafi’i, pen) mengatakan bahwa ia tidaklah diharamkan…</p>
<p>Kemudian hadits-hadits ini digabungkan dengan hadits lainnya menunjukkan bahwa larangan tersebut adalah makruh tanzih dan perizinan di situ menunjukkan bahwa perbuatan tersebut tidaklah diharamkan dan maknanya bukanlah berarti menghilangkan kemakruhannya.</p>
<p>Seyogyanya bagi seorang muslim untuk tidak melakukan hal demikian kecuali jika ada keperluan untuk melakukannya seperti jika istrinya dalam keadaan sakit yang tidak sanggup hamil, mengalami kepayahan jika hamil atau kehamilan akan membahayakan dirinya. Hal itu juga dikarenakan ‘azl dapat menghilangkan sebagian tujuan dari pernikahan yaitu memperbanyak keturunan dan anak-anak serta ia juga menghilangkan kesempurnaan kenikmatan bagi si istri. (Fatawa al Islam Sual wa Jawab juz I hal 862)</p>
<p>Wallahu A’lam</p>
<p>Sumber: http://www.eramuslim.com/ustadz-menjawab/hukum-mengeluarkan-air-mani-diluar-saat-berhubungan-dengan-istri.htm</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dakwahcyber.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dakwahcyber.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dakwahcyber.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dakwahcyber.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dakwahcyber.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dakwahcyber.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dakwahcyber.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dakwahcyber.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dakwahcyber.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dakwahcyber.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dakwahcyber.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dakwahcyber.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dakwahcyber.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dakwahcyber.wordpress.com/52/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dakwahcyber.wordpress.com&amp;blog=1466613&amp;post=52&amp;subd=dakwahcyber&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dakwahcyber.wordpress.com/2010/03/04/mengeluarkan-air-mani-di-luar-isteri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/618589a92b63d72de6144d88d9fc4038?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dakwahcyber</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hari Jilbab Dunia Mengenang wafatnya Sahidah Pembela Jilbab</title>
		<link>http://dakwahcyber.wordpress.com/2009/07/09/hari-jilbab-dunia-mengenang-wafatnya-sahidah-pembela-jilbab/</link>
		<comments>http://dakwahcyber.wordpress.com/2009/07/09/hari-jilbab-dunia-mengenang-wafatnya-sahidah-pembela-jilbab/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 Jul 2009 02:17:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dakwahcyber</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Muslimah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dakwahcyber.wordpress.com/?p=48</guid>
		<description><![CDATA[Muslimah di Eropa dan Timur Tengah berkabung. Mereka berduka atas wafatnya Marwa al-Sherbini (32 tahun), seorang Muslimah berkebangsaan Mesir, yang dibunuh seorang warga Eropa di pengadilan. Muslimah di Eropa bersepakat untuk menjadikan wafatnya Sherbini sebagai Hari Jilbab Dunia. &#8221;Sherbini bukan hanya sahidah jilbab, tapi juga korban Islamofobia, seperti yang diderita umat Muslim di Eropa,&#8221; papar [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dakwahcyber.wordpress.com&amp;blog=1466613&amp;post=48&amp;subd=dakwahcyber&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Muslimah di Eropa dan Timur Tengah berkabung. Mereka berduka atas wafatnya Marwa al-Sherbini (32 tahun), seorang Muslimah berkebangsaan Mesir, yang dibunuh seorang warga Eropa di pengadilan. Muslimah di Eropa bersepakat untuk menjadikan wafatnya Sherbini sebagai Hari Jilbab Dunia.</p>
<p>&#8221;Sherbini bukan hanya sahidah jilbab, tapi juga korban Islamofobia, seperti yang diderita umat Muslim di Eropa,&#8221; papar Abeer Pharaon, ketua Dewan Perlindungan Jilbab. &#8221;Wafatnya Sherbini akan diperingati sebagai Hari Jilbab Dunia.&#8221; Dukungan untuk menjadikan hari gugurnya Sherbini yang mempertahankan keyakinannya untuk mengenakan jilbab itu sebagai Hari Jilbab Dunia, mendapat dukungan dari umat Muslim di seantero jagad.</p>
<p><span id="more-48"></span>Peristiwa tragis itu terjadi pada Rabu (1/7) lalu di ruang pengadilan di wilayah timur Kota Dresden, <span style="border-bottom:1px dashed #0066cc;cursor:pointer;">Jerman</span>. Ia ditikam seorang pria berkebangsaan Jerman keturunan <span style="background:transparent none repeat scroll 0 0;cursor:pointer;">Rusia</span>, bernama Alex W (28 tahun) sebanyak 18 kali. Serangan itu begitu tiba-tiba. Dalam waktu 30 menit, dengan brutalnya Alex membantai Sherbini.</p>
<p>Sang suami yang mencoba menyelamatkan Sherbini yang tengah mengandung tiba bulan itu juga tak luput dari serangan. Konyolnya, sang suami mengalami luka serius akibat terkena tembakan petugas yang salah sasaran. Kini, Alex ditahan dan jaksa sedang melakukan investigasi terhadap tersangka pembunuhan itu.</p>
<p>Pada peristiwa berdarah itu, Sherbini tengah menghadiri sidang pertama pengajuan naik banding atas kasus yang dialaminya. Sebelumnya, Sherbini mengajukan gugatan atas pelecehan Alex terhadap jilbab yang dikenakannya. Alex beberapa kali melakukan penyerangan dengan mencoba merenggut paksa jilbab yang dikenakan Sherbini.</p>
<p>Atas tindakan rasisnya itu, pengadilan Dresden mendenda Alex, imigran asli Rusia, sebesar 730 euro atau sekitar Rp 9,85 juta. Tak puas atas putusan sidang, Alex pun naik banding. Dalam persidangan naik banding pertama itulah, Alex menyerang Sherbini dan menikamnya hingga tewas.</p>
<p>&#8221;Kami mendukung sepenuhnya gagasan menjadikan hari wafatnya Sherbini sebagai Hari Jilbab Dunia,&#8221; papar Rawa Al-Abed, seorang pejabat Organisasi Federasi Islam di Eropa.</p>
<p>&#8221;Kami juga menyerukan kepada umat Muslim di dunia untuk menggelar aksi, guna meningkatkan kesadaran tentang hak-hak Muslim di Eropa, termasuk mengenakan jilbab.</p>
<p>Para pemimpin Muslim mengatakan, pembunuhan terhadap Sherbini merupakan bukti berkembangnya Islamofobia di Barat. &#8221;Apa yang terjadi kepadanya (Sherbini&#8211;Red) sangat berbahaya,&#8221; ungkap Sami Dabbah, juru bicara Koalisi Melawan Islamofobia. &#8221;Kami telah mengingatkan bahwa suatu hari, kita akan melihat seorang Muslimah dibunuh karena jilbabnya.&#8221;</p>
<p>Amina Nusser, seorang guru besar teologi dan filsafat pada Universitas Al-Azhar, mendukung dijadikannya wafat Sherbini sebagai Hari Jilbab Dunia.</p>
<p>Jenazah Sherbini telah dipulangkan ke tanah kelahirannya di Mesir. Ribuan warga Mesir yang berduka, berbaris di belakang peti mati Sherbini, Senin (6/7). Warga di kampung halamannya marah dengan serangan tersebut dan mengutuk respons lembek Jerman.</p>
<p>Dalam sebuah konferensi pers, juru bicara Pemerintah Jerman, Thomas Steg mengatakan serangan tersebut adalah rasis. Pemerintah, kata dia, mengutuk perubahan tersebut dengan tindakan keras. Tak pelak, pembunuhan Sherbini mendominasi headline media-media Mesir selama berhari-hari.</p>
<p>Hal itu berbeda jauh dengan media-media Jerman dan Eropa. Kasus pembunuhan bermotif rasisme dan Islamofobia itu cuma menjadi sorotan kecil. Islamonline menyebutnya tak lebih dari berita satu-dua kolom di halaman kriminal biasa.</p>
<p>Kelompok Muslim Jerman mengkritik pemerintah, petugas, dan media karena tidak memberi perhatian khusus terhadap kejahatan tersebut. Sungguh ironis. itz/iol/hri( -)</p>
<p>Sumber: <span style="border-bottom:1px dashed #0066cc;background:transparent none repeat scroll 0 0;cursor:pointer;">syiar-islam@yahoogroups.com</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dakwahcyber.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dakwahcyber.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dakwahcyber.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dakwahcyber.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dakwahcyber.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dakwahcyber.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dakwahcyber.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dakwahcyber.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dakwahcyber.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dakwahcyber.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dakwahcyber.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dakwahcyber.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dakwahcyber.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dakwahcyber.wordpress.com/48/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dakwahcyber.wordpress.com&amp;blog=1466613&amp;post=48&amp;subd=dakwahcyber&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dakwahcyber.wordpress.com/2009/07/09/hari-jilbab-dunia-mengenang-wafatnya-sahidah-pembela-jilbab/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/618589a92b63d72de6144d88d9fc4038?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dakwahcyber</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Siapakah kau, perempuan sempurna ?</title>
		<link>http://dakwahcyber.wordpress.com/2009/06/27/siapakah-kau-perempuan-sempurna/</link>
		<comments>http://dakwahcyber.wordpress.com/2009/06/27/siapakah-kau-perempuan-sempurna/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 27 Jun 2009 07:42:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dakwahcyber</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kajian]]></category>
		<category><![CDATA[Muslimah]]></category>
		<category><![CDATA[Tausiyah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dakwahcyber.wordpress.com/2009/06/27/siapakah-kau-perempuan-sempurna/</guid>
		<description><![CDATA[Siapakah Kau, Perempuan Sempurna? Sebuah Catatan Kecil Afifah Afra Ketika akhirnya saya dilamar oleh seorang lelaki, saya luruh dalam kelegaan. Apalagi lelaki itu, kelihatannya ‘relatif’ sempurna. Hapalannya banyak, shalih, pintar. Ia juga seorang aktivis dakwah yang sudah cukup matang. Kurang apa coba? Saya merasa sombong! Ketika melihat para lajang kemudian diwisuda sebagai pengantin, saya secara [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dakwahcyber.wordpress.com&amp;blog=1466613&amp;post=46&amp;subd=dakwahcyber&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Siapakah Kau, Perempuan Sempurna?<br />
Sebuah Catatan Kecil Afifah Afra</p>
<p>Ketika akhirnya saya dilamar oleh seorang lelaki, saya luruh dalam kelegaan. Apalagi lelaki itu, kelihatannya ‘relatif’ sempurna. Hapalannya banyak, shalih, pintar. Ia juga seorang aktivis dakwah yang sudah cukup matang. Kurang apa coba?</p>
<p>Saya merasa sombong! Ketika melihat para lajang kemudian diwisuda sebagai pengantin, saya secara tak sadar membandingkan, lebih keren mana suaminya dengan suami saya.</p>
<p>Sampai akhirnya air mata saya harus mengucur begitu deras, ketika suatu hari menekuri 3 ayat terakhir surat At-Tahrim. Sebenarnya, sebagian besar ayat dalam surat ini sudah mulai saya hapal sekitar 10 tahun silam, saat saya masih semester awal kuliah. Akan tetapi, banyak hapalan saya menguap, dan harus kembali mengucur bak air hujan ketika saya menjadi satu grup dengan seorang calon hafidzah di kelompok pengajian yang rutin saya ikuti.</p>
<p>Ini terjemah ayat tersebut:</p>
<p>66:10. Allah membuat istri Nuh dan istri Luth perumpamaan bagi orang-orang kafir. Keduanya berada di bawah pengawasan dua orang hamba yang saleh di antara hamba-hamba Kami; lalu kedua istri itu berkhianat kepada kedua suaminya, maka kedua suaminya itu tiada dapat membantu mereka sedikit pun dari (siksa) Allah; dan dikatakan (kepada keduanya); Masuklah ke neraka bersama orang-orang yang masuk (neraka)&#8221;.</p>
<p>66:11. Dan Allah membuat istri Firaun perumpamaan bagi orang-orang yang beriman, ketika ia berkata: &#8220;Ya Tuhanku, bangunlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam surga dan selamatkanlah aku dari Firaun dan perbuatannya dan selamatkanlah aku dari kaum yang lalim&#8221;,</p>
<p>66: 12. dan Maryam putri Imran yang memelihara kehormatannya, maka Kami tiupkan ke dalam rahimnya sebagian dari roh (ciptaan) Kami; dan dia membenarkan kalimat-kalimat Tuhannya dan Kitab-kitab-Nya; dan adalah dia termasuk orang-orang yang taat.</p>
<p>SEBUAH KONTRADIKSI</p>
<p>Ada 4 orang yang disebut dalam 3 ayat tersebut. Mereka adalah Istri Nuh, Istri Luth, Istri Firaun dan Maryam. Istri Nuh (IN), dan Istri Luth (IL) adalah symbol perempuan kafir, sedangkan Istri Firaun (IF) dan Maryam (M), adalah symbol perempuan beriman. Saya terkejut, takjub dan ternganga ketika menyadari bahwa ada sebuah kontradiksi yang sangat kuat. Allah memberikan sebuah permisalan nan ironis. Mengapa begitu?</p>
<p>IN dan IL adalah contoh perempuan yang berada dalam pengawasan lelaki shalih. Suami-suami mereka setaraf Nabi (bandingkan dengan suami saya! Tak ada apa-apanya, bukan?). Akan tetapi mereka berkhianat, sehingga dikatakanlah kepada mereka, waqilad khulannaaro ma’ad daakhiliin…<br />
Sedangkan antitesa dari mereka, Allah bentangkan kehidupan IF (Asiyah binti Muzahim) dan M. Hebatnya, IF adalah istri seorang thaghut, pembangkang sejati yang berkoar-koar menyebut “ana rabbakumul a’la.” Dan Maryam, ia bahkan tak memiliki suami. Ia rajin beribadah, dan Allah tiba-tiba berkehendak meniupkan ruh dalam rahimnya. Akan tetapi, cahaya iman membuat mereka mampu tetap bertahan di jalan kebenaran. Sehingga Allah memujinya, wa kaanat minal qaanithiin…</p>
<p>PEREMPUAN SEMPURNA</p>
<p>Dalam sebuah hadits, Rasulullah saw. bersabda:<br />
&#8220;Sebaik-baik wanita penghuni surga itu adalah Khadijah binti Khuwailid, Fathimah binti Muhammad, Asiyah binti Muzahim istri Firaun, dan Maryam binti Imran.&#8221; (HR. Ahmad 2720, berderajat shahih).<br />
Empat perempuan itu dipuji sebagai sebaik-baik wanita penghuni surga. Akan tetapi, Rasulullah saw. masih membuat strata lagi dari 4 orang tersebut. Terpilihlah dua perempuan yang disebut sebagai perempuan sempurna. Rasul bersabda, “Banyak lelaki yang sempurna, tetapi tiada wanita yang sempurna kecuali Asiyah istri Firaun dan Maryam binti Imran. Sesungguhnya keutamaan Aisyah dibandingkan sekalian wanita adalah sebagaimana keutamaan bubur roti gandum dibandingkan dengan makanan lainnya.” (Shahih al-Bukhari no. 3411).</p>
<p>Inilah yang membuat saya terkejut! Bahkan perempuan sekelas Fathimah dan Khadijah pun masih ‘kalah’ dibanding Asiyah IF dan Maryam binti Imran. Apakah gerangan yang membuat Rasul menilai semacam itu?</p>
<p>Ah, saya bukan seorang mufassir ataupun ahli hadits. Namun, dalam keterbatasan yang saya mengerti, tiba-tiba saya sedikit meraba-reba, bahwa penyebabnya adalah karena keberadaan suami. Khadijah, ia perempuan hebat, namun ia tak sempurna, karena ia diback-up total oleh Muhammad saw., seorang lelaki hebat. Fathimah, ia dahsyat, namun ia tak sempurna, karena ada Ali bin Abi Thalib kw, seorang pemuda mukmin yang tangguh.</p>
<p>Sedangkan Asiyah? Saat ia menanggung deraan hidup yang begitu dahsyat, kepada siapa ia menyandarkan tubuhnya, karena justru yang menyiksanya adalah suaminya sendiri. Siksaan yang membuat ia berdoa, dengan gemetar, &#8220;Ya Tuhanku, bangunlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam surga dan selamatkanlah aku dari Firaun dan perbuatannya dan selamatkanlah aku dari kaum yang lalim.&#8221; Siksaan yang membuat nyawanya terbang, ah… tidak mati, namun menuju surga. Mendapatkan rizki dan bersukaria dengan para penduduk akhirat.</p>
<p>Bagaimana pula dengan Maryam? Ia seorang lajang yang dipilih Allah untuk menjadi ibunda bagi Nabi Isa. Kepada siapa ia mengadu atas tindasan kaumnya yang menuduh ia sebagai pezina?<br />
Pantas jika Rasul menyebut mereka: Perempuan sempurna…</p>
<p>JADI, YANG MENGANTAR ke Surga, Adalah Amalan Kita</p>
<p>Jadi, bukan karena (sekadar) lelaki shalih yang menjadi pendamping kita. Suami yang baik, memang akan menuntun kita menuju jalan ke surga, mempermudah kita dalam menjalankan perintah agama. Namun, jemari akan teracung pada para perempuan yang dengan kelajangannya (namun bukan sengaja melajang), atau dengan kondisi suaminya yang memprihatinkan (yang juga bukan karena kehendak kita), ternyata tetap bisa beramal dan cemerlang dalam cahaya iman. Kalian adalah Maryam-Maryam dan Asiyah-Asiyah, yang lebih hebat dari Khadijah-Khadijah dan Fathimah-Fathimah.</p>
<p>Sebaliknya, alangkah hinanya para perempuan yang memiliki suami-suami nan shalih, namun pada kenyataannya, mereka tak lebih dari istri Nabi Nuh dan istri Nabi Luth. Yang alih-alih mendukung suami dalam dakwah, namun justru menggelendot manja, “Mas… kok pergi pengajian terus sih, sekali-kali libur dong!” Atau, “Mas, aku pengin beli motor yang bagus, gimana kalau Mas korupsi aja…”</p>
<p>Benar, bahwa istri hebat ada di samping suami hebat. Namun, lebih hebat lagi adalah istri yang tetap bisa hebat meskipun terpaksa bersuamikan orang tak hebat, atau bahkan tetapi melajang karena berbagai sebab nan syar’i. Dan betapa rendahnya istri yang tak hebat, padahal suaminya orang hebat dan membentangkan baginya berbagai kemudahan untuk menjadi hebat. Hebat sebagai hamba Allah!<br />
Wallahu a’lam bish-shawwab.</p>
<p>Diambil dari Postingan Teman di Facebook</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dakwahcyber.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dakwahcyber.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dakwahcyber.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dakwahcyber.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dakwahcyber.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dakwahcyber.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dakwahcyber.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dakwahcyber.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dakwahcyber.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dakwahcyber.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dakwahcyber.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dakwahcyber.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dakwahcyber.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dakwahcyber.wordpress.com/46/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dakwahcyber.wordpress.com&amp;blog=1466613&amp;post=46&amp;subd=dakwahcyber&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dakwahcyber.wordpress.com/2009/06/27/siapakah-kau-perempuan-sempurna/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/618589a92b63d72de6144d88d9fc4038?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dakwahcyber</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>7 Indikator Kebahagiaan Dunia</title>
		<link>http://dakwahcyber.wordpress.com/2009/05/27/7-indikator-kebahagiaan-dunia/</link>
		<comments>http://dakwahcyber.wordpress.com/2009/05/27/7-indikator-kebahagiaan-dunia/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 May 2009 08:05:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dakwahcyber</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kajian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dakwahcyber.wordpress.com/?p=43</guid>
		<description><![CDATA[Ibnu Abbas ra. adalah salah seorang sahabat Nabi SAW yang sangat telaten dalam menjaga dan melayani Rasulullah SAW, dimana ia pernah secara khusus didoakan Rasulullah SAW, selain itu pada usia 9 tahun Ibnu Abbas telah hafal Al-Quran dan telah menjadi imam di mesjid. Suatu hari ia ditanya oleh para Tabi’in (generasi sesudah wafatnya Rasulullah SAW) [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dakwahcyber.wordpress.com&amp;blog=1466613&amp;post=43&amp;subd=dakwahcyber&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<div>
<p dir="ltr"><span style="font-family:Arial;">Ibnu Abbas ra. adalah salah seorang sahabat Nabi<br />
SAW yang sangat telaten dalam menjaga dan melayani Rasulullah SAW, dimana ia<br />
pernah secara khusus didoakan Rasulullah SAW, selain itu pada usia 9 tahun Ibnu<br />
Abbas telah hafal Al-Quran dan telah menjadi imam di mesjid. Suatu hari ia<br />
ditanya oleh para Tabi’in (generasi sesudah wafatnya Rasulullah SAW) mengenai<br />
apa yang dimaksud dengan kebahagiaan dunia. Jawab Ibnu Abbas ada 7 (tujuh)<br />
indikator kebahagiaan dunia, yaitu :</span></p>
<p><strong>Pertama, Qalbun syakirun atau hati yang selalu bersyukur.</strong></p>
<p>Memiliki jiwa syukur berarti selalu menerima apa adanya (qona’ah), sehingga<br />
tidak ada ambisi yang berlebihan, tidak ada stress, inilah nikmat bagi hati yang<br />
selalu bersyukur. Seorang yang pandai bersyukur sangatlah cerdas memahami<br />
sifat-sifat Allah SWT, sehingga apapun yang diberikan Allah ia malah terpesona<br />
dengan pemberian dan keputusan Allah. Bila sedang kesulitan maka ia segera ingat<br />
sabda Rasulullah SAW yaitu : “Kalau kita sedang sulit perhatikanlah orang yang<br />
lebih sulit dari kita”. Bila sedang diberi kemudahan, ia bersyukur dengan<br />
memperbanyak amal ibadahnya, kemudian Allah pun akan mengujinya dengan kemudahan<br />
yang lebih besar lagi. Bila ia tetap “bandel” dengan terus bersyukur maka Allah<br />
akan mengujinya lagi dengan kemudahan yang lebih besar lagi. Maka berbahagialah<br />
orang yang pandai bersyukur!</p>
<p><strong>Kedua. Al azwaju shalihah, yaitu pasangan hidup yang sholeh.</strong></p>
<p>Pasangan hidup yang sholeh akan menciptakan suasana rumah dan keluarga yang<br />
sholeh pula. Di akhirat kelak seorang suami (sebagai imam keluarga) akan diminta<br />
pertanggungjawaban dalam mengajak istri dan anaknya kepada kesholehan.<br />
Berbahagialah menjadi seorang istri bila memiliki suami yang sholeh, yang pasti<br />
akan bekerja keras untuk mengajak istri dan anaknya menjadi muslim yang sholeh.<br />
Demikian pula seorang istri yang sholeh, akan memiliki kesabaran dan keikhlasan<br />
yang luar biasa dalam melayani suaminya, walau seberapa buruknya kelakuan<br />
suaminya. Maka berbahagialah menjadi seorang suami yang memiliki seorang istri<br />
yang sholeh.</p>
<p><strong>Ketiga, al auladun abrar, yaitu anak yang soleh.</strong></p>
<p>Saat Rasulullah SAW lagi thawaf. Rasulullah SAW bertemu dengan seorang anak muda<br />
yang pundaknya lecet-lecet. Setelah selesai thawaf Rasulullah SAW bertanya<br />
kepada anak muda itu : “Kenapa pundakmu itu ?” Jawab anak muda itu : “Ya<br />
Rasulullah, saya dari Yaman, saya mempunyai seorang ibu yang sudah udzur. Saya<br />
sangat mencintai dia dan saya tidak pernah melepaskan dia. Saya melepaskan ibu<br />
saya hanya ketika buang hajat, ketika sholat, atau ketika istirahat, selain itu<br />
sisanya saya selalu menggendongnya”. Lalu anak muda itu bertanya: ” Ya<br />
Rasulullah, apakah aku sudah termasuk kedalam orang yang sudah berbakti kepada<br />
orang tua ?” Nabi SAW sambil memeluk anak muda itu dan mengatakan: “Sungguh<br />
Allah ridho kepadamu, kamu anak yang soleh, anak yang berbakti, tapi anakku<br />
ketahuilah, cinta orangtuamu tidak akan terbalaskan olehmu”. Dari hadist<br />
tersebut kita mendapat gambaran bahwa amal ibadah kita ternyata tidak cukup<br />
untuk membalas cinta dan kebaikan orang tua kita, namun minimal kita bisa<br />
memulainya dengan menjadi anak yang soleh, dimana doa anak yang sholeh kepada<br />
orang tuanya dijamin dikabulkan Allah. Berbahagialah kita bila memiliki anak<br />
yang sholeh.</p>
<p><strong>Keempat, albiatu sholihah, yaitu lingkungan yang kondusif untuk iman kita.</strong></p>
<p>Yang dimaksud dengan lingkungan yang kondusif ialah, kita boleh mengenal<br />
siapapun tetapi untuk menjadikannya sebagai sahabat karib kita, haruslah<br />
orang-orang yang mempunyai nilai tambah terhadap keimanan kita. Dalam sebuah<br />
haditsnya, Rasulullah menganjurkan kita untuk selalu bergaul dengan orang-orang<br />
yang sholeh. Orang-orang yang sholeh akan selalu mengajak kepada kebaikan dan<br />
mengingatkan kita bila kita berbuat salah. Orang-orang sholeh adalah orang-orang<br />
yang bahagia karena nikmat iman dan nikmat Islam yang selalu terpancar pada<br />
cahaya wajahnya. Insya Allah cahaya tersebut akan ikut menyinari orang-orang<br />
yang ada disekitarnya. Berbahagialah orang-orang yang selalu dikelilingi oleh<br />
orang-orang yang sholeh.</p>
<p><strong>Kelima, al malul halal, atau harta yang halal.</strong></p>
<p>Paradigma dalam Islam mengenai harta bukanlah banyaknya harta tetapi halalnya.<br />
Ini tidak berarti Islam tidak menyuruh umatnya untuk kaya. Dalam riwayat Imam<br />
Muslim di dalam bab sadaqoh, Rasulullah SAW pernah bertemu dengan seorang<br />
sahabat yang berdoa mengangkat tangan. “Kamu berdoa sudah bagus”, kata Nabi SAW,<br />
“Namun sayang makanan, minuman dan pakaian dan tempat tinggalnya didapat secara<br />
haram, bagaimana doanya dikabulkan”. Berbahagialah menjadi orang yang hartanya<br />
halal karena doanya sangat mudah dikabulkan Allah. Harta yang halal juga akan<br />
menjauhkan setan dari hatinya, maka hatinya semakin bersih, suci dan kokoh,<br />
sehingga memberi ketenangan dalam hidupnya. Maka berbahagialah orang-orang yang<br />
selalu dengan teliti menjaga kehalalan hartanya.</p>
<p><strong>Keenam, Tafakuh fi dien, atau semangat untuk memahami agama.</strong></p>
<p>Semangat memahami agama diwujudkan dalam semangat memahami ilmu-ilmu agama<br />
Islam. Semakin ia belajar, maka semakin ia terangsang untuk belajar lebih jauh<br />
lagi ilmu mengenai sifat-sifat Allah dan ciptaan-Nya. Allah menjanjikan nikmat<br />
bagi umat-Nya yang menuntut ilmu, semakin ia belajar semakin cinta ia kepada<br />
agamanya, semakin tinggi cintanya kepada Allah dan rasul-Nya. Cinta inilah yang<br />
akan memberi cahaya bagi hatinya. Semangat memahami agama akan meng ”hidup” kan<br />
hatinya, hati yang “hidup” adalah hati yang selalu dipenuhi cahaya nikmat Islam<br />
dan nikmat iman. Maka berbahagialah orang yang penuh semangat memahami ilmu<br />
agama Islam.</p>
<p><strong>Ketujuh, yaitu umur yang baroqah.</strong></p>
<p>Umur yang baroqah itu artinya umur yang semakin tua semakin sholeh, yang setiap<br />
detiknya diisi dengan amal ibadah. Seseorang yang mengisi hidupnya untuk<br />
kebahagiaan dunia semata, maka hari tuanya akan diisi dengan banyak bernostalgia<br />
(berangan-angan) tentang masa mudanya, iapun cenderung kecewa dengan ketuaannya<br />
(post-power syndrome). Disamping itu pikirannya terfokus pada bagaimana caranya<br />
menikmati sisa hidupnya, maka iapun sibuk berangan-angan terhadap kenikmatan<br />
dunia yang belum ia sempat rasakan, hatinya kecewa bila ia tidak mampu menikmati<br />
kenikmatan yang diangankannya. Sedangkan orang yang mengisi umurnya dengan<br />
banyak mempersiapkan diri untuk akhirat (melalui amal ibadah) maka semakin tua<br />
semakin rindu ia untuk bertemu dengan Sang Penciptanya. Hari tuanya diisi dengan<br />
bermesraan dengan Sang Maha Pengasih. Tidak ada rasa takutnya untuk meninggalkan<br />
dunia ini, bahkan ia penuh harap untuk segera merasakan keindahan alam kehidupan<br />
berikutnya seperti yang dijanjikan Allah. Inilah semangat “hidup” orang-orang<br />
yang baroqah umurnya, maka berbahagialah orang-orang yang umurnya baroqah.</p>
<p>Demikianlah pesan-pesan dari Ibnu Abbas ra. mengenai 7 indikator kebahagiaan<br />
dunia.</p>
<p>Bagaimana caranya agar kita dikaruniakan Allah ke tujuh buah indikator<br />
kebahagiaan dunia tersebut ? Selain usaha keras kita untuk memperbaiki diri,<br />
maka mohonlah kepada Allah SWT dengan sesering dan se-khusyu’ mungkin membaca<br />
doa ‘sapu jagat’ , yaitu doa yang paling sering dibaca oleh Rasulullah SAW.<br />
Dimana baris pertama doa tersebut “Rabbanaa aatina fid dun-yaa hasanaw” (yang<br />
artinya “Ya Allah karuniakanlah aku kebahagiaan dunia ”), mempunyai makna bahwa<br />
kita sedang meminta kepada Allah ke tujuh indikator kebahagiaan dunia yang<br />
disebutkan Ibnu Abbas ra, yaitu hati yang selalu syukur, pasangan hidup yang<br />
soleh, anak yang soleh, teman-teman atau lingkungan yang soleh, harta yang<br />
halal, semangat untuk memahami ajaran agama, dan umur yang baroqah.</p>
<p>Walaupun kita akui sulit mendapatkan ketujuh hal itu ada di dalam genggaman<br />
kita, setidak-tidaknya kalau kita mendapat sebagian saja sudah patut kita<br />
syukuri.</p>
<p>Sedangkan mengenai kelanjutan doa sapu jagat tersebut yaitu “wa fil aakhirati<br />
hasanaw” (yang artinya “dan juga kebahagiaan akhirat”), untuk memperolehnya<br />
hanyalah dengan rahmat Allah. Kebahagiaan akhirat itu bukan surga tetapi rahmat<br />
Allah, kasih sayang Allah. Surga itu hanyalah sebagian kecil dari rahmat Allah,<br />
kita masuk surga bukan karena amal soleh kita, tetapi karena rahmat Allah.</p>
<p>Amal soleh yang kita lakukan sepanjang hidup kita (walau setiap hari puasa dan<br />
sholat malam) tidaklah cukup untuk mendapatkan tiket masuk surga. Amal soleh<br />
sesempurna apapun yang kita lakukan seumur hidup kita tidaklah sebanding dengan<br />
nikmat surga yang dijanjikan Allah.</p>
<p>Kata Nabi SAW, <em>“Amal soleh yang kalian lakukan tidak bisa memasukkan kalian<br />
ke surga”.</em> Lalu para sahabat bertanya: <em>“Bagaimana dengan Engkau ya<br />
Rasulullah ?”.</em> Jawab Rasulullah SAW : <em>“Amal soleh saya pun juga tidak<br />
cukup”.</em> Lalu para sahabat kembali bertanya : <em>“Kalau begitu dengan apa<br />
kita masuk surga?”.</em> Nabi SAW kembali menjawab : <em>“Kita dapat masuk surga<br />
hanya karena rahmat dan kebaikan Allah semata”.</em></p>
<p>Jadi sholat kita, puasa kita, taqarub kita kepada Allah sebenarnya bukan untuk<br />
surga tetapi untuk mendapatkan rahmat Allah. Dengan rahmat Allah itulah kita<br />
mendapatkan surga Allah (Insya Allah, Amiin).</p>
<p>(Sumber tulisan: ceramah Ustad Aam Aminudin, Lc. di Sapporo, Jepang, disarikan<br />
secara bebas oleh Sdr. Asep Tata Permana, sedikit diedit oleh Penjaga Kebun<br />
Hikmah)</p></div>
</div>
<p><a rel="nofollow" href="http://priendah.wordpress.com/" target="_blank">http://priendah. wordpress. com</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dakwahcyber.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dakwahcyber.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dakwahcyber.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dakwahcyber.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dakwahcyber.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dakwahcyber.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dakwahcyber.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dakwahcyber.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dakwahcyber.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dakwahcyber.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dakwahcyber.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dakwahcyber.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dakwahcyber.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dakwahcyber.wordpress.com/43/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dakwahcyber.wordpress.com&amp;blog=1466613&amp;post=43&amp;subd=dakwahcyber&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dakwahcyber.wordpress.com/2009/05/27/7-indikator-kebahagiaan-dunia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/618589a92b63d72de6144d88d9fc4038?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dakwahcyber</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Download Novel Ketika Cinta Bertasbih (Full)</title>
		<link>http://dakwahcyber.wordpress.com/2009/05/15/download-novel-ketika-cinta-bertasbih-full/</link>
		<comments>http://dakwahcyber.wordpress.com/2009/05/15/download-novel-ketika-cinta-bertasbih-full/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 15 May 2009 03:54:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dakwahcyber</dc:creator>
				<category><![CDATA[Review Buku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dakwahcyber.wordpress.com/?p=38</guid>
		<description><![CDATA[Novel Ketika Cinta Bertasbih yang ditulis oleh Habbiburahman El Shirazy, sebagaimana biasanya selalu menggambarkan seorang tokoh yang &#8220;perfect&#8221; dan berhasil dalam hidupnya serta selalu &#8220;dikelilingi oleh wanita cantik dan sholeh&#8221;. Ada kisah percintaan yang merupakan fitrah manusia, namun tetap dalam koridor syariah islam dan ada pesan-pesan moralnya. Penulis muda ini senantiasa menggambarkan setting tempat sedetail [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dakwahcyber.wordpress.com&amp;blog=1466613&amp;post=38&amp;subd=dakwahcyber&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Novel Ketika Cinta Bertasbih yang ditulis oleh Habbiburahman El Shirazy, sebagaimana biasanya selalu menggambarkan seorang tokoh yang &#8220;perfect&#8221; dan berhasil dalam hidupnya serta selalu &#8220;dikelilingi oleh wanita cantik dan sholeh&#8221;. Ada kisah percintaan yang merupakan fitrah manusia, namun tetap dalam koridor syariah islam dan ada pesan-pesan moralnya.</p>
<p>Penulis muda ini senantiasa menggambarkan setting tempat sedetail mungkin. Pada bagian pertama yang berada di Mesir terus terang saya tidak mengenal nama tempat dan jalan serta keadaan di sekitar sana. Namun pada bagian kedua yang mengambil setting di Kota Solo dan sekitarnya (Tempat tinggal saya sekarang) saya sangat mengenal, sehingga saya bisa terbawa seolah-olah turut dalam perjalanan tokoh yang ada dalam Novel tersebut.</p>
<p>Alhamdulillah saya sudah selesai membaca Novel Ketika Cinta Bertasbih dan Isinya ternyata sangat bagus dan memberi Motivasi kepada kita semua untuk berusaha dan pantang menyerah dalam menghadapi tantangan dalam hidup ini.</p>
<p>Kita bisa menjadi &#8220;singa&#8221;  yang sebenarnya, bukan singa yang bermental kambing. Sehingga mulai dari diri kita, kita bisa menjadi bangsa yang maju dan senantiasa menjalankan Syariat Islam.</p>
<p>Anda Sudah membacanya? Kalau belum, biar tidak penasaran silahkan donload filenya dibawah (gratis):</p>
<ol>
<li><a title="Novel Ketika Cinta Bertasbih Bagian 1" href="http://www.ziddu.com/downloadlink/4753984/KetikaCintaBertasbihEpisode1Fullbab1-30only1.9MB.pdf" target="_blank">Ketika Cinta Bertasbih Bagian 1</a></li>
<li><a title="Novel Ketika Cinta Bertasbih Bagian 2" href="http://www.ziddu.com/downloadlink/4754014/HabiburrahmanElShirazy-KetikaCintaBertasbih2full.pdf" target="_blank">Ketika Cinta Bertasbih Bagian 2</a></li>
</ol>
<p>Selamat membaca, ditunggu komentarnya juga <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':-D' class='wp-smiley' /> </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dakwahcyber.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dakwahcyber.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dakwahcyber.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dakwahcyber.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dakwahcyber.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dakwahcyber.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dakwahcyber.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dakwahcyber.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dakwahcyber.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dakwahcyber.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dakwahcyber.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dakwahcyber.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dakwahcyber.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dakwahcyber.wordpress.com/38/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dakwahcyber.wordpress.com&amp;blog=1466613&amp;post=38&amp;subd=dakwahcyber&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dakwahcyber.wordpress.com/2009/05/15/download-novel-ketika-cinta-bertasbih-full/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/618589a92b63d72de6144d88d9fc4038?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dakwahcyber</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Definisi Hubungan Intim</title>
		<link>http://dakwahcyber.wordpress.com/2009/05/06/definisi-hubungan-intim/</link>
		<comments>http://dakwahcyber.wordpress.com/2009/05/06/definisi-hubungan-intim/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 06 May 2009 03:26:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dakwahcyber</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kajian]]></category>
		<category><![CDATA[Keluarga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dakwahcyber.wordpress.com/2009/05/06/definisi-hubungan-intim/</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Ustadz Sigit Pranowo, Lc. Seks Dalam Pandangan Islam Syeikh Yusuf al Qaradhawi mengatakan bahwa al Qur’an tidaklah melupakan aspek seksual dan hubungan badan antara suami dan istrinya. Didalamnya terdapat petunjuk kepada jalan yang paling lurus yang mengantarkan kepada fitrah dan insting yang pada saat bersamaan ia menjauhkannya dari kerusakan dan penyimpangan. Telah diriwayatkan bahwa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dakwahcyber.wordpress.com&amp;blog=1466613&amp;post=36&amp;subd=dakwahcyber&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh:<strong> Ustadz Sigit Pranowo, Lc.</strong></p>
<p><strong>Seks Dalam Pandangan Islam</strong></p>
<p>Syeikh Yusuf al Qaradhawi mengatakan bahwa al Qur’an tidaklah melupakan aspek seksual dan hubungan badan antara suami dan istrinya. Didalamnya terdapat petunjuk kepada jalan yang paling lurus yang mengantarkan kepada fitrah dan insting yang pada saat bersamaan ia menjauhkannya dari kerusakan dan penyimpangan.</p>
<p>Telah diriwayatkan bahwa orang-orang Yahudi dan Majusi terlalu berlebihan didalam menjauhkan para wanitanya pada saat haidh sedangkan orang-orang Nasrani justru menyetubuhi dan tidak memperdulikan haidh mereka. Adapun pada orang-orang jahiliyah apabila para wanitanya mendapatkan haidh maka mereka tidaklah memberikan makan, tidak memberikan minum dan tidak juga duduk bersama mereka diatas tempat tidur dan tidak menempatkan mereka di rumah seperti yang dilakukan orang-orang Yahudi dan Majusi.</p>
<p>Karena itu sebagian kaum musliminmenanyakan kepada Nabi saw tentang apa-apa yang dibolehkan dan diharamkan bagi mereka didalam bercampur dengan istri mereka yang sedang mendapatkan haidh maka turunlah ayat yang mulia :</p>
<p class="ArabCenter">وَيَسْأَلُونَكَ عَنِ الْمَحِيضِ قُلْ هُوَ أَذًى فَاعْتَزِلُواْ النِّسَاء فِي الْمَحِيضِ وَلاَ تَقْرَبُوهُنَّ حَتَّىَ يَطْهُرْنَ فَإِذَا تَطَهَّرْنَ فَأْتُوهُنَّ مِنْ حَيْثُ أَمَرَكُمُ اللّهُ إِنَّ اللّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ</p>
<p>Artinya : “Mereka bertanya kepadamu tentang haidh. Katakanlah: &#8220;Haidh itu adalah suatu kotoran&#8221;. oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haidh; dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.” (QS. Al Baqoroh : 222)</p>
<p>Orang-orang Arab memahami bahwa makna menjauhkan para wanita haidh adalah tidak menempatkan mereka di rumah, maka Nabi saw menerangkan kepada mereka maksud dari ayat itu dengan mengatakan,”Sesungguhnya aku memerintahkan kalian agar menjauhkan dari menyetubuhi mereka apabila sedang haidh dan aku tidak memerintahkan kalian untuk mengeluarkan mereka dari rumah sebagaimana dilakukan oleh orang-orang asing. Maka tatkala orang-orang Yahudi mendengar hal ini mereka pun berkata,”Orang ini menginginkan agar tidak meninggalkan sesuatu dari permasalahan kita kecuali terdapat perbedaan didalamnya dengan kita.”</p>
<p>Maka tidak mengapa bagi seorang muslim apabila ingin bersenang-senang dengan istrinya dengan tetap menjauhi tempat yang kotor, dengan begitu sikap islam—sebagaimana biasanya—adalah sikap yang moderat antara sikap orang-orang yang berlebih-lebihan didalam menjauhi wanita yang sedang haidh hingga mengeluarkannya dari rumah dengan sikap orang-orang yang berlebih-lebihan didalam mencampurinya hingga terjadi persetubuhan.</p>
<p>Penemuan kedokteran modern menyatakan bahwa darah haidh merupakan materi yang beracun didalam tubuh apabila tersisa sebagaimana penyingkapan rahasia dari perintah untuk menjauhkan dari menyetubuhi para wanita yang sedang haidh. Dan alat-alat reproduksi berada dalam keadaan terhenti, otot-otot berada dalam keadaan bergejolak dikarenakan sekresi kelenjar-kelenjar internal maka mencampuri (jima’) dengannya akan membahayakan diri wanita itu bahkan bisa menghentikan keluarnya darah haidh sebagaimana hal itu dapat menyebabkan keguncangan otot-otot&#8230; sehingga terkadang dapat menyebabkan peradangan pada alat-alat reproduksi.</p>
<p>Telah terjadi pada masa sahabat bahwa salah seorang sahabat saat bermain-main didalam pembukaan persetubuhanya dengan istrinya dia menghisap kedua putingnya dan menyusu darinya yaitu merasakan sedikit susu darinya. Kemudian dia mendatangi Abu Musa al Asy’ari dan meminta fatwa darinya maka Abu Musa mengatakan kepadanya,’Maka dia haram bagimu.’ Kemudian dia mendatangi Abdullah bin Mas’ud dan beliau mengatakan kepadanya,”Tidak ada salah bagimu. Tidak ada rodho’ (susuan) kecuali antara dua tahun. Hadits dari Rasulullah saw,’Susuan pada usia dua tahun.’ Sedangkan firman Allah swt :<br />
</p>
<p class="ArabCenter">وَالْوَالِدَاتُ يُرْضِعْنَ أَوْلاَدَهُنَّ حَوْلَيْنِ كَامِلَيْنِ لِمَنْ أَرَادَ أَن يُتِمَّ الرَّضَاعَةَ</p>
<p>Artinya : “Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan.” (QS. Al Baqoroh : 233)</p>
<p>Maksudnya, susuan yang menjadikannya mahram bagi wanita itu adalah usia tertentu yaitu usia dimana manusia mengalami pertumbuhan daging, penguatan tulang yaitu pada usia dua tahun pertama adapun setelah usia itu maka tidak ada rodho’ah (susuan). Maka Abu Musa al ‘Asy’ari mengatakan,”Janganlah engkau bertanya (lagi) kepadaku selama tinta ilmu ini (maksudnya : Abdullah bin Mas’ud, pen) berada ditengah-tengah kalian. Maka bagi seorang suami diperbolehkan menyusu dari istrinya, hal itu adalah bagian dari bersenang-senang yang disyariatkan dan tidak perlu merasa sempit.”</p>
<p>Para fuqaha juga memperbolehkan bagi seorang istri mencium kemaluan suaminya dan kalaupun seorang suami mencium kemaluan istrinya maka tidaklah mengapa. Adapun jika tujuannya adalah mengeluarkan mani darinya maka kemungkinan hal itu adalah makruh. Aku (al Qaradhawi) tidak bisa mengatakan bahwa hal itu diharamkan karena tidak ada dalil yang mengharamkannya secara pasti. (lihat : Hukum Oral Seks, di rubrik ini). Dan itu (kemaluan) bukanlah tempat kotor sepertihalnya dubur dan tidak ada nash tertentu namun itu adalah sesuatu yang dianggap kotor oleh manusia. Maskipun seseorang bersenan-senang melalui mulut (oral seks) adalah prilaku yang tidak umum namun kita tidak bisa mengharamkannya khsususnya jika hal itu dilakukan dengan kerelaan istri dan menyenangkan istrinya.</p>
<p class="ArabCenter">وَالَّذِينَ هُمْ لِفُرُوجِهِمْ حَافِظُونَ ﴿٥﴾<br />
إِلَّا عَلَى أَزْوَاجِهِمْ أوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُمْ فَإِنَّهُمْ غَيْرُ مَلُومِينَ ﴿٦﴾<br />
فَمَنِ ابْتَغَى وَرَاء ذَلِكَ فَأُوْلَئِكَ هُمُ الْعَادُونَ ﴿٧﴾</p>
<p>Artinya : ‘Dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki; Maka Sesungguhnya mereka dalam hal Ini tiada terceIa. Barangsiapa mencari yang di balik itu maka mereka Itulah orang-orang yang melampaui batas.” (QS. Al Mukminun : 5 – 7). Ayat inilah dasarnya.</p>
<p>Sesungguhnya hubungan seksual antara suami istri mempunyai pengaruh yang sangat penting didalam kehidupan suami istri. Terkadang ada yang tidak memberikan perhatian terhadapnya dan meletakkannya pada tempat yang tidak sesuai hingga menjadikan keruh kehidupannya, menyebabkannya gundah bahkan terkadang menjadikannya akumulasi kesalahan didalamnya sehingga mengkandaskan kehidupan suami istri..</p>
<p>Mungkin ada sebagian orang yang beranggapan bahwa islam mengabaikan sisi ini dan enggan memberikan perhatian terhadapnya. Mungkin sebagian lainnya mengira bahwa agama ini terlalu tinggi dan suci untuk mamasuki sisi ini walaupun hanya ssekedar pengetahuan dan pengarahan atau penentuan hukum dan penataan berdasarkan pandangan sebagian ahli agama terhadap seks adalah “sesuatu yang kotor dan rendah bagai hewan”</p>
<p>Realitanya bahwa islam tidaklah melupakan sisi yang sensitif ini dari kehidupan manusia dan kehidupan keluarga. Ia memiliki berbagai perintah dan larangannya baik berupa arahan dengan wasiat akhlak atau berupa aturan-aturan yang mengikat.</p>
<p>Yang pertama ditetapkan islam dalam sisi ini adalah pengakuan terhadap fitrah yang mendorong kepada seks serta keasliannya, dan merendahkan berbagai pandangan berlebihan yang condong kepada penyimpangan atau anggapan bahwa hal itu adalah sesuatu yang kotor dan menjijikkan. Untuk itu agama melarang orang-orang yang ingin mematikan syahwat seksnya, sedangkan yang lainnya mengatakan mereka ingin menjauhi para wanita dan meninggalkan pernikahan, sabda Rasulullah saw,”aku adalah orang yang paling mengetahui dan paling takut daripada kalian kepada-Nya akan tetapi aku bangun dab tidur, aku berpuasa dan berbukan dan aku menikahi para wanita. Maka barangsiapa yang tidak menyukai sunnahku maka dia bukanlah dari golonganku.” (www.islamonline.net)</p>
<p><strong>Bersentuhan Sesama Kelamin</strong></p>
<p>Bersentuhan sesama kelamin dengan menggunakan alat atau kain bisa dikategorikan kedalam masturbasi jika kita melihat makna etimologi dari istimna’ (masturbasi) yaitu bahwa pada asalnya istimna’ (masturbasi) adalah mengeluarkan mani bukan melalui persetubuhan, baik dengan telapak tangan atau dengan cara yang lainnya. (Mu’jam Lughotil Fuqoha juz I hal 65)</p>
<p>Begitupula makna masturbasi didalam dunia seksologi yaitu menyentuh, menggosok dan meraba bagian tubuh sendiri yang peka sehingga menimbulkan rasa menyenangkan untuk mendapat kepuasan seksual (orgasme) baik tanpa menggunakan alat maupun menggunakan alat&#8230; Sedangkan onani mempunyai arti sama dengan masturbasi. Namun ada yang berpendapat bahwa onani hanya diperuntukkan bagi laki-laki, sedangkan istilah masturbasi dapat berlaku pada perempuan maupun laki-laki. (sumber : http://situs.kesrepro.info)</p>
<p>Didalam buku-buku fiqih, kata-kata istimna’ (masturbasi) dipakai untuk mengeluarkan mani dengan menggunakan tangannya atau tangan istrinya namun jika kita melihat kepada tujuan dari perbuatan itu yaitu mengeluarkan mani maka mengeluarkan mani dengan cara apa pun tanpa memasukkan kemaluan laki-laki ke kemaluan wanita maka ia bisa dikatakan sebagai perbuatan masturbasi. (Lihat : Hukum Onani dan Masturbasi, di rubrik ini).</p>
<p><strong>Jika Bukan dengan Istrinya</strong>.</p>
<p>Pada dasarnya zina adalah masuknya kemaluan seorang laki-laki kedalam kemaluan seorang perempuan yang tidak sah baginya atau bukan istrinya tanpa adanya keraguan dengan masuknya kemaluan laki-laki itu kedalam kemaluan perempuan itu, berdasarkan firman Allah swt ;</p>
<p class="ArabCenter">وَلاَ تَقْرَبُواْ الزِّنَى إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاء سَبِيلاً</p>
<p>Artinya : “Dan janganlah kamu mendekati zina; Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. dan suatu jalan yang buruk.” (QS. Al Israa : 32). Dan para ulama telah bersepakat jika hal itu terjadi maka wajib bagi pelakunya dikenakan hadd (sangsi).</p>
<p>Namun demikian ada suatu hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairoh bahwa Nabi saw bersabda,”Sesungguhnya Allah telah menetapkan terhadap anak-anak Adam bagian dari zina yang bisa jadi ia mengalaminya dan hal itu tidaklah mustahil. Zina mata adalah pandangan, zina lisan adalah perkataan dimana diri ini menginginkan dan menyukai serta kemaluan membenarkan itu semua atau mendustainya.” (HR. Bukhori)</p>
<p>Hadits diatas menjelaskan kepada kita bahwa zina bisa terjadi melalui pandangan, perkataan, begitupula dengan tangan atau anggota tubuh yang lain yang kemudian diikuti oleh kemaluannya.</p>
<p>Namun terhadap zina kedua ini maka pelakunya tidaklah dikenakan hadd (hukuman) bahkan kafarat dikarenakan tidak adanya nash yang jelas menyebutkan tentang permasalahan ini.</p>
<p>Dan apa yang anda tanyakan yaitu terjadinya sentuhan antara dua kemaluan dari dua orang yang tidak dihalalkan diantara mereka berdua atau bukan antara suami istri maka ini termasuk perbuatan zina mekipun tidak masuk dalam kategori pertama namun ia lebih berat daripada sekedar masturbasi dengan menggunakan mata, tangan sendiri, perkataan atau sejenisnya. Dan hal ini termasuk didalam perbuatan yang diharamkan.</p>
<p>Wallahu A’lam</p>
<p>Sumber: http://www.eramuslim.com/ustadz-menjawab/definisi-hubungan-intim.htm</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dakwahcyber.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dakwahcyber.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dakwahcyber.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dakwahcyber.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dakwahcyber.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dakwahcyber.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dakwahcyber.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dakwahcyber.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dakwahcyber.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dakwahcyber.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dakwahcyber.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dakwahcyber.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dakwahcyber.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dakwahcyber.wordpress.com/36/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dakwahcyber.wordpress.com&amp;blog=1466613&amp;post=36&amp;subd=dakwahcyber&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dakwahcyber.wordpress.com/2009/05/06/definisi-hubungan-intim/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/618589a92b63d72de6144d88d9fc4038?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dakwahcyber</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Membongkar Jaringan AKKBB</title>
		<link>http://dakwahcyber.wordpress.com/2008/06/06/membongkar-jaringan-akkbb/</link>
		<comments>http://dakwahcyber.wordpress.com/2008/06/06/membongkar-jaringan-akkbb/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Jun 2008 03:07:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dakwahcyber</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kontemporer]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dakwahcyber.wordpress.com/?p=34</guid>
		<description><![CDATA[Penulis: TIM Eramuslim Nama Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB) menjadi buah bibir setelah peristiwa rusuh di silang Monas pada hari ahad siang, 1 Juni 2008. Sebelumnya, aliansi ini sering kali diidentikan dengan gerakan pembelaan terhadap kelompok sesat Ahmadiyah, sebuah kelompok yang mengaku bagian dari Islam namun memiliki kitab suci Tadzkirah—bukan al-Qur’an—dan Rasul [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dakwahcyber.wordpress.com&amp;blog=1466613&amp;post=34&amp;subd=dakwahcyber&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Penulis: TIM Eramuslim</p>
<p>Nama Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB) menjadi buah bibir setelah peristiwa rusuh di silang Monas pada hari ahad siang, 1 Juni 2008. Sebelumnya, aliansi ini sering kali diidentikan dengan gerakan pembelaan terhadap kelompok sesat Ahmadiyah, sebuah kelompok yang mengaku bagian dari Islam namun memiliki kitab suci Tadzkirah—bukan al-Qur’an—dan Rasul Mirza Ghulam Ahmad, bukan Rasulullah Muhammad SAW.<br />
<span id="more-34"></span><br />
Jika menilik perjalanan historis dan ideologi kelompok sesat Ahmadiyah dengan AKKBB, maka akan bisa ditemukan benang merahnya, yakni permusuhan terhadap syariat Islam, pertemanan dengan kalangan Zionis, mengedepankan berbaik sangka terhadap non-Muslim dan mendahulukan kecurigaan terhadap kaum Muslimin.</p>
<p>Ketika Ahmadiyah lahir di India, Mirza Ghulam Ahmad mengeluarkan seruan agar umat Islam India taat dan tsiqah kepada penjajah Inggris, dan mengharamkan jihad melawan Inggris. Padahal saat itu, banyak sekali perwira-perwira tentara Inggris, para penentu kebijakannya, terdiri dari orang-orang Yahudi Inggris seperti Jenderal Allenby dan sebagainya. Dengan kata lain, seruan Ghulam Ahmad dini sesungguhnya mengusung kepentingan kaum Yahudi Inggris.</p>
<p>Bagaimana dengan AKKBB? Aliansi cair ini terdiri dari banyak organisasi, lembaga swadaya masyarakat, dan juga kelompok-kelompok “keagamaan”, termasuk kelompok sesat Ahmadiyah. Mereka yang tergabung dalam AKKBB adalah:</p>
<ol>
<li>Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP)</li>
<li>National Integration Movement (IIM)</li>
<li>The Wahid Institute</li>
<li>Kontras</li>
<li>LBH Jakarta</li>
<li>Jaingan Islam Kampus (JIK)</li>
<li>Jaringan Islam Liberal (JIL)</li>
<li>Lembaga Studi Agama dan Filsafat (LSAF)</li>
<li>Generasi Muda Antar Iman (GMAI)</li>
<li>Institut Dian/Interfidei</li>
<li>Masyarakat Dialog Antar Agama</li>
<li>Komunitas Jatimulya</li>
<li>eLSAM</li>
<li>Lakpesdam NU</li>
<li>YLBHI</li>
<li>Aliansi Nasional Bhineka Tunggal Ika</li>
<li>Lembaga Kajian Agama dan Jender</li>
<li>Pusaka Padang</li>
<li>Yayasan Tunas Muda Indonesia</li>
<li>Konferensi Waligereja Indonesia (KWI)</li>
<li>Crisis Center GKI</li>
<li>Persekutuan Gereja-gereeja Indonesia (PGI)</li>
<li>Forum Mahasiswa Ciputat (Formaci)</li>
<li>Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI)</li>
<li>Gerakan Ahmadiyah Indonesia</li>
<li>Tim Pembela Kebebasan Beragama</li>
<li>El Ai Em Ambon</li>
<li>Fatayat NU</li>
<li>Yayasan Ahimsa (YA) Jakarta</li>
<li>Gedong Gandhi Ashram (GGA) Bali</li>
<li>Koalisi Perempuan Indonesia</li>
<li>Dinamika Edukasi Dasar (DED) Yogya</li>
<li>Forum Persaudaraan antar Umat Beriman Yogyakarta</li>
<li>Forum Suara Hati Kebersamaan Bangsa (FSHKB) Solo</li>
<li>SHEEP Yogyakarta Indonesia</li>
<li>Forum Lintas Agama Jawa Timur Surabaya</li>
<li>Lembaga Kajian Agama dan Sosial Surabaya</li>
<li>LSM Adriani Poso</li>
<li>PRKP Poso</li>
<li>Komunitas Gereja Damai</li>
<li>Komunitas Gereja Sukapura</li>
<li>GAKTANA</li>
<li>Wahana Kebangsaan</li>
<li>Yayasan Tifa</li>
<li>Komunitas Penghayat</li>
<li>Forum Mahasiswa Syariahse-Indonesia NTB</li>
<li>Relawan untuk Demokrasi dan Hak Asasi Manusia (REDHAM) Lombok</li>
<li>Forum Komunikasi Lintas Agama Gorontalo</li>
<li>Crisis Center SAG Manado</li>
<li>LK3 Banjarmasin</li>
<li>Forum Dialog Antar Kita (FORLOG-Antar Kita) Sulsel Makassar</li>
<li>Jaringan Antar Iman se-Sulawesi</li>
<li>Forum Dialog Kalimantan Selatan (FORLOG Kalsel) Banjarmasin</li>
<li>PERCIK Salatiga</li>
<li>Sumatera Cultural Institut Medan</li>
<li>Muslim Institut Medan</li>
<li>PUSHAM UII Yogyakarta</li>
<li>Swabine Yasmine Flores-Ende</li>
<li>Komunitas Peradaban Aceh</li>
<li>Yayasan Jurnal Perempuan</li>
<li>AJI Damai Yogyakarta</li>
<li>Ashram Gandhi Puri Bali</li>
<li>Gerakan Nurani Ibu</li>
<li>Rumah Indonesia</li>
</ol>
<p>Menurut data yang ada, AKKBB merupakan aliansi cair dari 64 organisasi, kelompok, dan lembaga swadaya masyarakat. Banyak, memang. Tapi kebanyakan merupakan organisasi ‘ladang tadah hujan’ yang bersifat insidental dan aktivitasnya tergantung ada ‘curah hujan’ atau tidak. Maksudnya, kelompok atau organisasi yang hanya dimaksudkan untuk menampung donasi dari sponsor asing, dan hanya bergerak jika ada dana keras yang tersedia.</p>
<p>Namun ada beberapa yang memang memiliki ideologi yang jelas dan bergerak di akar rumput. Walau demikian, yang terkenal hanya ada beberapa dan inilah yang menjadi motor penggerak utama dari aliansi besar ini.</p>
<p>Keseluruhan organisasi dan kelompok ini sebenarnya bisa disatukan dalam satu kata, yakni: Amerika. Kita tentu paham, Amerika adalah gudang dari isme-isme yang “aneh-aneh” seperti gerakan liberal, gerakan feminisme, HAM, Demokrasi, dan sebagainya. Ini tentu dalam tataran ide atau Das Sollen kata orang Jerman.</p>
<p>Namun dalam tataran faktual, yang terjadi di lapangan ternyata sebaliknya. Kalangan intelektual dunia paham bahwa negara yang paling anti demokrasi di dunia adalah Amerika, negara yang paling banyak melanggar HAM adalah Amerika, negara yang merestui pasangan gay dan lesbian menikah (di gereja pula!) atas nama liberalisme adalah Amerika, dan sebagainya. Dan kita tentu juga paham, ada satu istilah yang bisa menghimpun semua kebobrokkan Amerika sekarang ini: ZIONISME.</p>
<p>Bukan kebetulan jika banyak tokoh-tokoh AKKBB merupakan orang-orang yang merelakan dirinya menjadi pelayan kepentingan Zionisme Internasional. Sebut saja Abdurrahman Wahid, ikon Ghoyim Zionis Indonesia. Lalu ada Ulil Abshar Abdala dan kawan-kawannya di JIL, lalu Goenawan Muhammad yang pada tahun 2006 menerima penghargaan Dan David Prize dan uang kontan senilai US$ 250, 000 di Tel Aviv (source: indolink.com), dan sejenisnya. Tidak terhitung berapa banyak anggota AKKBB yang telah mengunjungi Israel sambil menghujat gerakan Islam Indonesia di depan orang-orang Ziuonis Yahudi di sana.</p>
<p>Mereka ini memang bergerak dengan mengusung wacana demokrasi, HAM, anti kekerasan, pluralitas, keberagaman, dan sebagainya. Sesuatu yang absurd sesungguhnya karena donatur utama mereka, Amerika, terang-terangan menginjak-injak prinsip-prinsip ini di berbagai belahan dunia seperti di Palestina, Irak, Afghanistan, dan sebagainya.</p>
<p>Jelas, bukan sesuatu yang aneh jika kelompok seperti ini membela Ahmadiyah. Karena Ahmadiyah memang bagian dari mereka, bagian dari upaya pengrusakkan dan penghancuran agama Allah di muka bumi ini.</p>
<p>Bagi yang ingin mengetahui ideologi aliansi ini maka silakan mengklik situs-situs kelompok mereka seperti libforall.com, Islamlib.com. dan lainnya.</p>
<p>Walau demikian, tidak semua simpatisan maupun anggota AKKBB yang sebenarnya menyadari &#8216;The Hidden Agenda&#8217; di balik AKKBB, karena agenda besar ini hanya diketahui oleh pucuk-pucuk pimpinan aliansi ini, sedangkan simpatisan maupun anggota di tingkat akar rumput kebanyakan hanya terikat secara emosionil kepada pimpinannya dan tidak berdasarkan pemahaman dan ilmu yang cukup.<br />
Bulan Mei lalu, ada dua isu panas di tengah masyarakat kita. Pertama soal rencana pemerintah menaikkan harga BBM. Yang kedua, soal kelompok sesat Ahmadiyah yang hendak dibubarkan namun mendapat dukungan dari koalisi liberal dan kelompok non-Muslim.</p>
<p>Di saat itulah, Abdurrahman Wahid terbang ke Amerika Serikat memenuhi undangan Shimon Wiesenthal Center (SWC) untuk menerima Medal of Valor, Medali Keberanian. Selain untuk menerima medali tersebut, Durahman juga menyatakan ikut merayakan hari kemerdekaan Israel, sebuah hari di mana bangsa Palestina dibantai besar-besaran dan diusir dari tanah airnya.</p>
<p>Medali ini dianugerahkan kepada mantan presiden RI ini dikarenakan Durahman dianggap sebagai sahabat paling setia dan paling berani terang-terangan menjadi pelindung kaum Zionis-Yahudi dunia di sebuah negeri mayoritas Muslim terbesar seperti Indonesia.</p>
<p>Acara penganugerahan medali tersebut dilakukan dalam sebuah acara makan malam istimewa yang dihadiri banyak tokoh Zionis Amerika dan Israel, termasuk aktor pro-Zionis Will Smith (The Bad Boys Movie), di Beverly Wilshire Hotel, 9500 Wilshire Blvd., Beverly Hills, Selasa (6 Mei), dimulai pukul 19.00 waktu Los Angeles.</p>
<p>Lazimnya acara penganugerahan penghargaan, maka dalam acara ini pun selain medali, ada juga sejumlah dollar yang dihadiahkan Shimon Wiesenthal Center kepada sang penerima. Hanya saja, berapa besar jumlah hadiah berupa uang ini tidak disebutkan dalam situs resmi Wiesenthal Center tersebut (www.wiesenthal.com).</p>
<p>Dalam acara dinner yang dihadiri tokoh-tokoh Zionis Amerika dan Israel, di antaranya C. Holland Taylor (CEO LibForAll), Rabbi Marvin Hier (Pendiri SWC, dinobatkan oleh Newsweek Magazines sebagai Rabbi paling berpengaruh nomor satu di AS tahun 2007-2008), Rabbi Abraham Cooper (menempati urutan ke-25 Rabbi paling berpengaruh di AS tahun 2008), CEO Sony Corporation, dan lainnya, antara penerima penghargaan dengan tuan rumah—para Zionis Amerika dan Israel tersebut—berlangsung obrolan santai namun serius.</p>
<p>Selain isu Ahmadiyah, topik kontroversi kenaikan harga BBM yang tengah hangat di dalam negeri (Indonesia) pasti menjadi salah satu bahan pembicaraan mereka mengingat kebijakan pemerintahan SBY tersebut sesungguhnya mengikuti Grandesign Washington agar harga minyak di Indonesia bisa sama dengan harga minyak di New York, sesuai Letter of Intent (LOI) dengan IMF pada tahun 1999. DI tahun 2000, USAID pun telah mengucurkan dollar dalam jumlah besar kepada pemerintah RI untuk memuluskan liberalisasi sektor Migas (silakan baca wawancara eramuslim dengan Revrisond Baswir dalam rubrik bincang-bincang).</p>
<p>Target IMF untuk menyamakan harga BBM di New York dengan di Indonesia sebenarnya sudah harus tercapai pada tahun 2005, namun tersendat-sendat karena penolakan dari rakyat Indonesia sangat kuat. Sebab itu, di tahun 2008 ini Amerika agaknya tidak mau hal tersebut tersendat lagi. “Penyesuaian” harga BBM harus terus jalan. Zionis-Amerika sangat berkepentingan dengan hal ini, sebab itu mereka mendesak pemerintahan SBY yang memang sangat takut dan tunduk tanpa reserve pada AS agar segera menaikkan harga BBM. Bagaimana takutnya SBY terhadap AS bisa kita lihat sendiri saat Presiden Bush datang ke Bogor, 20 November 2006, di mana persiapan yang dilakukan pemerintah ini sangat keterlaluan berlebihan dan cenderung paranoid.</p>
<p>Pada tanggal 24 Mei 2008, pemerintah menaikkan harga BBM. Abdurrahman Wahid sudah tiba di tanah air. Untuk menekan penolakan, pemerintah SBY (lagi-lagi) memberi ‘permen’ kepada sebagian rakyat miskin bernama Bantuan Langsung Tunai (BLT). Namun Social bumper ini malah menjadi bulan-bulanan kecaman ke pemerintah. Gelombang unjuk rasa dilakukan mahasiswa dan elemen-elemen rakyat. Tokoh-tokoh nasional seperti Amien Rais dan Wiranto pun sudah terbuka menyatakan ‘perang’ terhadap sikap pemerintah menaikkan harga BBM. Banyak kalangan berfikir, demo-demo ini akan meningkat eskalasinya hingga jadi besar, bahkan bukan mustahil rusuh Mei 1998 terulang kembali. Teriakkan “Turunkan SBY-JK!” sudah terdengar di mana-mana. Pihak kepolisian menerapkan status Siaga Satu saat itu.</p>
<p>Sejak itu tiada hari tanpa demo. Istana merupakan tempat paling favorit para pendemo. Hari ahad, 1 Juni 2008, sejumlah elemen masyarakat termasuk massa dan anggota PDIP dan elemen umat Islam seperti FUI, HTI, dan FPI, sudah mengantungi izin untuk melakukan aksi unjuk rasa di Monas, Jakarta. Sedangkan AKKBB menurut laporan ke pihak kepolisian hanya melakukan aksi unjuk rasa di Bundaran HI, sekitar tiga kilometer dari kawasan Silang Monas.</p>
<p>Jalur Demo dan Polisi Yang Aneh</p>
<p>Dari Bundaran HI, tiba-tiba massa AKKBB bergerak long-march ke kawasan silang Monas yang sudah dipenuhi massa umat Islam yang tengah berdemo. Padahal pemberitahuannya hanya ke Bundaran HI. Aparat kepolisian berusaha mencegah massa AKKBB yang sebagiannya merupakan pendemo bayaran yang sesungguhnya tidak tahu apa-apa menuju silang Monas di mana massa elemen umat Islam tengah melakukan demo, agar tidak terjadi bentrok.</p>
<p>Namun massa AKKBB membandel dan polisi (anehnya) tidak mampu menghalangi massa AKKBB mendekati massa umat Islam. Setelah berdekatan, orator dari massa AKKBB memprovokasi massa umat Islam yang banyak terdiri dari para laskar meneriakkan, “Laskar setan!” dan sebagainya. Terang, mendapat provokasi seperti ini anak-anak muda dari massa Islam marah. Apalagi di antara massa AKKBB yang berada di dekat massa Islam ada yang membawa-bawa spanduk besar berisi penolakan SKB Ahmadiyah. Ini jelas provokasi. Anak-anak Laskar Islam pun menyerbu massa AKKBB. Dan terjadilah rusuh Monas.</p>
<p>Dalam tulisan ketiga, akan dipaparkan keanehan lainnya ba’da peristiwa Monas yaitu sikap SBY yang tiba-tiba cepat tanggap (biasanya peragu dan lamban), respon Kedubes AS dan pejabat Kedubes AS yang menjenguk korban, plintiran media massa baik itu cetak maupun teve, dan sebagainya.</p>
<p>Apa pun itu, semua ini telah berhasil membelokkan isu utama negeri ini dari yang tadinya menyoroti kenaikan BBM dan penolakan Ahmadiyah, menjadi isu sentral pembubaran FPI. Baik SBY maupun para liberalis dan non-Muslim yang tergabung dalam AKKBB (termasuk kelompok sesat Ahamdiyah) diuntungkan. (bersambung/rizki)</p>
<p>Sumber: http://www.eramuslim.com</p>
<ul>
<li>http://www.eramuslim.com/berita/tha/8603185827-membongkar-jaringan-akkbb-bag.1.htm?rel</li>
<li>http://www.eramuslim.com/berita/tha/8606092526-membongkar-jaringan-akkbb-bag.-2.htm</li>
</ul>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/dakwahcyber.wordpress.com/34/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/dakwahcyber.wordpress.com/34/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dakwahcyber.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dakwahcyber.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dakwahcyber.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dakwahcyber.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dakwahcyber.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dakwahcyber.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dakwahcyber.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dakwahcyber.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dakwahcyber.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dakwahcyber.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dakwahcyber.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dakwahcyber.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dakwahcyber.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dakwahcyber.wordpress.com/34/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dakwahcyber.wordpress.com&amp;blog=1466613&amp;post=34&amp;subd=dakwahcyber&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dakwahcyber.wordpress.com/2008/06/06/membongkar-jaringan-akkbb/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/618589a92b63d72de6144d88d9fc4038?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dakwahcyber</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Karir Muslimah</title>
		<link>http://dakwahcyber.wordpress.com/2008/05/14/karir-muslimah/</link>
		<comments>http://dakwahcyber.wordpress.com/2008/05/14/karir-muslimah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 May 2008 06:35:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dakwahcyber</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[Muslimah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dakwahcyber.wordpress.com/?p=33</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Siti Aisyah Nurmi Ummati….ummati….. Rintihan seorang yang mulia yang hatinya amat lembut. Dalam nubuwwah Beliau SAW telah melihat kenyataan ini&#8230;.. Seorang wanita duduk murung di sudut ruang tamunya. Lampu dimatikan. Di kamar, sang suami terbaring gelisah. Tidak ada yang tertidur kecuali si kecil yang nafasnya masih tersengal karena sakit. Ayah dan ibu sedang bertengkar [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dakwahcyber.wordpress.com&amp;blog=1466613&amp;post=33&amp;subd=dakwahcyber&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh: <strong>Siti Aisyah Nurmi</strong></p>
<p>Ummati….ummati…..</p>
<p>Rintihan seorang yang mulia yang hatinya amat lembut. Dalam nubuwwah Beliau<br />
SAW telah melihat kenyataan ini&#8230;..</p>
<p>Seorang wanita duduk murung di sudut ruang tamunya. Lampu dimatikan. Di<br />
kamar, sang suami terbaring gelisah. Tidak ada yang tertidur kecuali si<br />
kecil yang nafasnya masih tersengal karena sakit. Ayah dan ibu sedang<br />
bertengkar gara-gara saling menyalahkan, siapa yang seharusnya pulang dari<br />
kantor saat Annisa dikabarkan sakit. Rita sang ibu, manajer sebuah<br />
perusahaan asing yang bergengsi. Jabatan cukup tinggi dan prestasi karir<br />
cemerlang. Agus, sang ayah hanya bisa menyumbang sepertiga dari kebutuhan<br />
finansial rumahtangga, maklum, sebagai eselon tiga di departemen yang<br />
&#8216;kering&#8217;, tak banyak yang bisa diharapkan. Agus belum bersedia melepas<br />
status PNS-nya dengan berbagai alasan. Namun ia juga sibuk di kantor, karena<br />
ia sering diandalkan oleh bossnya yang malas dan punya obyekan banyak. Buah<br />
hati mereka (Alhamdulillah) baru satu, Annisa, dua tahun.<br />
<span id="more-33"></span><br />
Problem keluarga masa kini: pertengkaran suami isteri karena konflik<br />
kepentingan antara karir dan rumahtangga.</p>
<p>Wahai wanita, wahai ibu! Apa sih arti &#8216;karir&#8217;? Dari katanya sendiri bisa<br />
kita artikan secara bebas bahwa ia berarti sesuatu yang kita lakukan dengan<br />
motivasi tinggi sehingga menghasilkan suatu &#8216;karya&#8217;. Begitu &#8216;kan?</p>
<p>Suatu hari penulis diminta mengisi data diri yang pada salah satu kolomnya<br />
terdapat: pekerjaan: pilihannya: a) Pegawai negeri b) swasta c) tidak<br />
bekerja. Penulis tanyakan kepada petugasnya: Di mana tempat untuk menuliskan<br />
karir saya sebagai ibu rumahtangga? Semua jawaban petugas itu tak dapat<br />
memuaskan saya.</p>
<p>Seorang wanita yang mengurus rumahtangganya, siang malam ia bekerja. *<br />
Fullday*! Nyaris 24 jam! Apakah itu dikatakan TIDAK BEKERJA? Lebih<br />
menyakitkan lagi, ada yang menggolongkan pekerjaan ini sebagai &#8220;TIDAK<br />
PRODUKTIF&#8221;?!?</p>
<p>Apa hasil kerja seorang ibu rumahtangga?</p>
<p>Banyak sekali, namun sayangnya tidak pernah diekspos dan diangkat ke dalam<br />
diskusi besar-besaran. Tidak juga ada lembaga besar yang mau mengadakan<br />
penelitian seputar hal ini. Sebaliknya, ada ribuan seminar tentang wanita<br />
bekerja yang mempromosikan wanita untuk keluar rumah mengejar karir<br />
kantoran. Bahkan di negeri ini sedang ada diskusi tentang perlunya<br />
meningkatkan keterwakilan wanita di parlemen. *That means*: harus ada lebih<br />
banyak lagi wanita yang berkarir politik di negeri yang pernah punya<br />
presiden wanita ini.</p>
<p>Apakah wanita tidak boleh bekerja di luar rumah? Wah nanti dulu, di sini<br />
bukan porsinya untuk membicarakan fatwa.</p>
<p><span class="yshortcuts" style="border-bottom:1px dashed #0066cc;cursor:pointer;">Coba</span> kita tinjau dari sudut lain: apa alasan wanita bekerja di luar rumah.<br />
Pertama ada alasan finansial, ini yang terbanyak. Kedua, alasan mencari<br />
aktualisasi diri, ketiga, alasan jenuh di rumah, dan terakhir: dibutuhkan di<br />
masyarakat. Untuk orang-orang tertentu, alasan terakhir sangat kuat.<br />
Misalnya karir sebagai guru TK, hampir tak bisa ditemukan guru TK yang pria,<br />
dan memang wajar, tidak cocok. Dokter wanita juga termasuk yang sangat<br />
dibutuhkan di masyarakat. Alasannya sederhana, wanita seringkali malu jika<br />
dokternya pria. Menjadi perawat juga diperlukan. Bahkan di zaman Nabi SAW,<br />
para isteri beliau diundi berangkat bersama Nabi SAW ke medan <span class="yshortcuts" style="border-bottom:1px dashed #0066cc;cursor:pointer;">jihad</span> untuk<br />
merawat yang sakit.</p>
<p>Dari empat alasan di atas, dua yang pertama adalah yang terbanyak.<br />
Apakah seorang wanita benar-benar perlu membantu mencari nafkah? Sangat<br />
relatif. Jika suaminya masih bisa memenuhi sandang pangan dan papan dengan<br />
standar cukup yang normal, maka kebutuhan tersebut tidak ada lagi. Kita<br />
dapat memaklumi mbok-mbok jamu yang terpaksa keluar masuk kampung dengan<br />
jamu gendongnya, sebab dalam hitungan kasat mata kita dapat melihat bahwa<br />
kebutuhan rumahtangganya pasti tak mencukupi jika ia tak berjualan.<br />
Masing-masing kita bisa menilai sendiri apakah standar minimal tersebut<br />
sudah terpenuhi atau belum. Namun bagaimana dengan yang beralasan<br />
&#8216;aktualisasi diri&#8217;?</p>
<p>Istilahnya saja diambil dari filsuf barat, Maslow. Jauh dari hidayah Islam.<br />
Namun lebih jauh lagi, &#8216;aktualisasi diri&#8217; sekarang diartikan sangat jauh<br />
kepada karir dengan format materialisme. Seseorang tidak dikatakan sampai<br />
derajat mencapai aktualisasi diri jika belum mendapatkan format kerja yang<br />
menghasilkan karya materi. Apakah itu berupa penghasilan tinggi, atau<br />
prestasi ilmiah, atau prestasi di bidang apa saja yang bisa masuk ke dalam<br />
katagori pengakuan dari masyarakat. Jadi, jika ia hidup di masyarakat yang<br />
sudah tidak lagi menghargai karya seorang ibu rumahtangga, maka ia tak akan<br />
pernah mencapai aktualisasi diri. Meskipun semua anaknya sholeh dan cerdas,<br />
rumahtangganya tak pernah meresahkan orang lain dan sebagainya. Bahkan<br />
suaminya amat menghargai sang isteri karena kontribusinya sebagai pasangan<br />
hidup terbaik.</p>
<p>Sebaliknya, seorang wanita yang sukses karir dan merasa sudah mendapatkan<br />
kepuasan dan aktualisasi diri, mungkin saja mempunyai kisah hidup memilukan,<br />
anak-anaknya yang tak bisa menghargai dirinya, ketika sudah jompo iapun<br />
terdampar di panti wredha. Konsep Maslow tentang aktualisasi diri itupun<br />
masih belum &#8220;sempurna&#8221;, sebab pengakuan yang dicarinya masih terbatas<br />
pengakuan manusia. Siapakah manusia? Makhluk fana yang sering berbohong.<br />
Islam menghendaki seseorang mencari pengakuan dari Pihak Yang Tak Pernah<br />
Mengingkari Janji, apalagi berbohong. Ridha Allah adalah sukses tertinggi<br />
yang bisa dicapai makhluk di hadapan Khalik. Imbalannya-pun bukan milyaran<br />
dollar, tidak. Itu terlalu kecil, sebab Syurga diwariskan kepada para hamba<br />
sholeh luasnya seluas langit dan bumi, masih ditambah kelak dipuji puji oleh<br />
para malaikat mulia yang berbakti.</p>
<p>Suatu saat Nabi SAW ditanya oleh seseorang: siapakah orang pertama yang<br />
harus aku muliakan, ya Rasulullah? Jawab beliau: Ibumu (1x) ibumu (ke 2 x)<br />
dan ibumu (ke 3 x), kemudian baru ayahmu.</p>
<p>Alangkah indahnya Islam, alangkah mulianya kedudukan wanita dalam Islam.</p>
<p>Sumber: Millist (syiar-islam@yahoogroups.com)</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/dakwahcyber.wordpress.com/33/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/dakwahcyber.wordpress.com/33/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dakwahcyber.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dakwahcyber.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dakwahcyber.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dakwahcyber.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dakwahcyber.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dakwahcyber.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dakwahcyber.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dakwahcyber.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dakwahcyber.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dakwahcyber.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dakwahcyber.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dakwahcyber.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dakwahcyber.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dakwahcyber.wordpress.com/33/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dakwahcyber.wordpress.com&amp;blog=1466613&amp;post=33&amp;subd=dakwahcyber&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dakwahcyber.wordpress.com/2008/05/14/karir-muslimah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/618589a92b63d72de6144d88d9fc4038?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dakwahcyber</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
